Sabtu, 18 April 2026

Istri PM Israel Benjamin Netanyahu Tuduh Pejabat Militer Rencanakan Kudeta

Sara Netanyahu memperjelas bahwa ketidakpercayaannya adalah pada kepemimpinan militer, bukan IDF secara keseluruhan.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Istri PM Israel Benjamin Netanyahu Tuduh Pejabat Militer Rencanakan Kudeta
Anadolu
Sara Netanyahu, kiri, bersama suaminya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sara Netanyahu menuduh pejabat senior militer Israel merencanakan kudeta terhadap suaminya. Tuduhan ini diungkapkan saat pertemuan dengan beberapa keluarga warga Israel yang ditawan di Jalur Gaza. 

TRIBUNTORAJA.COM, TEL AVIV - Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menuduh sejumlah pejabat tinggi militer Israel merencanakan kudeta terhadap suaminya.

Tuduhan ini diungkapkan dalam pertemuan dengan beberapa keluarga warga Israel yang ditawan di Jalur Gaza.

“Petinggi militer Israel berusaha melakukan kudeta militer terhadap suami saya,” ujar Sara Netanyahu, seperti yang dilaporkan surat kabar Haaretz, Selasa (25/6/2024), yang dikutip oleh Anadolu.

Ketika beberapa anggota keluarga menanggapi bahwa ia tidak bisa menuduh keseluruhan militer Israel, Sara menegaskan bahwa ketidakpercayaannya hanya ditujukan kepada pejabat senior militer, bukan seluruh tentara Israel atau IDF (militer).

“Para petinggi militer ingin melakukan kudeta,” ulangnya lebih dari sekali.

 

 

Tuduhan serupa juga dilontarkan oleh putra mereka, Yair Netanyahu, pada awal bulan ini.

Pada 17 Juni, Yair menuduh militer dan dinas keamanan Shin Bet melakukan "pengkhianatan" saat serangan Hamas pada 7 Oktober.

“Apa yang mereka coba sembunyikan? Jika tidak ada pengkhianatan, mengapa mereka takut penyelidikan eksternal dan independen atas kejadian tersebut?” tulisnya di X.

“Mengapa para petinggi militer dan intelijen terus mengklaim bahwa Hamas sudah dilumpuhkan? Di mana Angkatan Udara pada 7 Oktober?”

Beberapa bulan terakhir, banyak pemimpin militer, keamanan, dan politik Israel telah menyatakan bertanggung jawab atas kegagalan yang menyebabkan serangan Hamas pada 7 Oktober.

 

Baca juga: Israel Umumkan 70 Ribu Lebih Tentaranya Cacat Permanen

 

Namun, Netanyahu sendiri menolak untuk menerima tanggung jawab atas serangan tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved