Minggu, 12 April 2026

Israel Umumkan 70 Ribu Lebih Tentaranya Cacat Permanen

Namun divisi rehabilitasi kementerian Israel mengatakan jumlah ini kemungkinan akan meningkat pada akhir tahun 2024.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Israel Umumkan 70 Ribu Lebih Tentaranya Cacat Permanen
tribunnews
Tentara Israel (IDF) mengevakuasi rekan mereka yang terluka parah dalam pertempuran di Jalur Gaza. 

TRIBUNTORAJA.COM - Kementerian Urusan Militer Israel mengungkap jumlah tentara Israel yang mengalami cacat permanen telah mencapai lebih dari 70 ribu orang.

Sedangkan yang mengalami luka-luka sejak dimulainya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023, mencapai 8.663 orang.

Dikutip dari Press TV Iran, jumlah ini terdiri dari 35 persen tentara Israel yang terkena mental akibat perang dan 21 persen menderita luka fisik.

Namun divisi rehabilitasi kementerian Israel mengatakan jumlah ini kemungkinan akan meningkat pada akhir tahun 2024.

Mereka memperkirakan akan ada tambahan sekitar 20.000 tentara yang mengalami luka-luka akibat perang.

Dari jumlah tersebut diperkirakan 40 persen tentara yang dirawat pada akhir tahun mengalami berbagai respons psikologis, seperti kecemasan, depresi, stres pasca-trauma, kesulitan adaptasi dan komunikasi.

Selama ini, setiap bulannya terdapat 1.000 tentara yang harus menjalani perawatan.

Sekitar 20 persen dari tentara tersebut mengalami reaksi mental dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Pada tanggal 7 Juni 2024, seorang tentara militer Israel bernama Eliran Mizrahi memilih mengakhiri hidupnya di Jalan Ares.

Mizrahi merupakan seorang penduduk pemukiman ilegal Or Yehuda berusia 21 tahun.

Ia adalah anggota cadangan Pasukan Pertahanan Israel yang bertugas di Jalur Gaza dan baru saja diberhentikan.

Sebelumnya, Mizrahi diketahui dipanggil untuk kembali berperang di Gaza.

Namun setelah kembali berperang, ia justru menderita PTSD dan dua luka.

Situs Ibrani Walla melaporkan bahwa Mizrahi telah bekerja di Gaza sebagai pengemudi ekskavator selama 78 hari dan menderita gangguan stres pasca trauma, dikutip dari Middle East Monitor.

Sejak 7 Oktober 2023, sepuluh perwira dan tentara telah melakukan bunuh diri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved