Minggu, 19 April 2026

Mayat Dalam Toren

Mayat dalam Toren Air di Tangsel Diduga Sembunyi dari Kejaran Polisi

Bambang mengatakan saat pihaknya ingin menangkap para DPO termasuk Depoy, polisi tidak menemukan Depoy di rumahnya.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Mayat dalam Toren Air di Tangsel Diduga Sembunyi dari Kejaran Polisi
tribunnews
Penemuan mayat dalam Toren di Pondok Aren, Tangerang Selatan. 

"Nah, lanjut, dilakukan screening alkohol, yang bersangkutan ada hasil negatif. Tapi, dilakukan screening narkotika dan zat adiktif lainnnya, urine dari mayat tersebut mengandung ampethamin dan positif tetrahidrokanabinol atau THC atau ganja, positif serta positif metafetamin. Sesuai dari keterangan tersangka (AA)," jelasnya.

Saat ini, lanjut Bambang, pihaknya masih memburu dua DPO lain berinisial P dan Dwi yang masih melarikan diri.

Mayat Dalam Tandon

Misteri penemuan mayat di dalam tandon atau toren air di Tangerang Selatan, Senin (27/5/2024) sore, masih misteri.

Hingga kini, polisi belum bisa mengungkap pelaku pembunuhan yang memasukkan mayat korbannya ke dalam toren air milik Sutrisno (46), warga Gang Samid Sian, RT 03 RW 01, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Penemuan mayat di dalam toren air itu terungkap setelah Sutrisno merasakan air di rumahnya keruh dan berbau bangkai sehari terakhir.

Sehari sebelum mayat ditemukan di dalam toren, istri Sutrisno mengeluhkan air di rumahnya menjadi tampak keruh dan bau bangkai.

Namun, Sutrisno menganggap air di rumahnya keruh karena sudah memasuki musim panas sehingga tak buru-buru memeriksa kondisi toren air.

“Terus didiamkan sampai hari Senin (27/5/2024). Kemarin kebetulan saya juga enggak kerja, izin. Ngomong lagi istri saya, 'Ayah, tolong dikuras saja (torennya)', saya bilang, 'ngapain dikuras? Kan belum lama dikuras. Enggak usah',” ujar Sutrisno saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Selasa (28/5/2024).

Saat itu, Sutrisno menduga bau bangkai yang mencemari air di rumahnya berasal dari binatang cicak yang mati.

Sebab, sebelumnya air di rumahnya juga pernah berbau karena ada bangkai cicak di dalam toren.

Namun, lama-kelamaan, air di rumah Sutrisno mulai mengeluarkan bau yang semakin tidak sedap dan terasa sangat licin.

Mertua Sutrisno, Abu Suud (60), yang kediamannya tak jauh dari rumah sang menantu akhirnya mendatangi rumah Sutrisno setelah mendapatkan keluhan dari sang anak.

“Nah, bapak mertua kan dekat dari sini, bilang ke saya, 'Tris, katanya airnya bau?', 'iya pak, bau banget'. Saya ajak ke kamar mandi. 'Ini masih bau, Pak, bau bangkai', 'oh iya ini bau bangkai. Ya sudah, cek ke toren',” tutur Sutrisno menirukan percakapannya dengan Abu.

Setelah itu, keduanya langsung mengecek toren yang berada di belakang rumah.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved