Sabtu, 18 April 2026

Mayat Dalam Toren

Warga Tangerang yang Konsumsi Air dari Toren Berisi Mayat Diminta ke Dokter

Kalau pun tidak diganti, harus dibersihkan sesuai dengan protokol dan mendapatkan arahan dari dinas kesehatan.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Warga Tangerang yang Konsumsi Air dari Toren Berisi Mayat Diminta ke Dokter
tribunnews
Proses evakuasi penemuan mayat dalam toren air di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (27/5/2024). 

TRIBUNTORAJA.COM - Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Stevent Sumantri, menyarankan Sutrisno dan keluarganya yang telah menggunakan air dari tandon atau toren berisi mayat untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

Sebab, air itu diduga sudah tercemar dengan bakteri dari mayat yang membusuk sehingga tentunya sudah banyak racunnya dan tidak boleh digunakan untuk apapun.

"Observasi (ke rumah sakit)," kata Stevent kepada Tribun, Rabu (29/5/2024).

Namun, kata Stevent, jika orang tersebut tidak merasakan diare, mual dan muntah, maka dia tak perlu khawatir, 

"Kalau dalam 1-3 hari tidak diare, mual muntah harusnya aman," tambahnya.

Stevent juga memastikan jika pemakaian air yang sudah tercemar itu tak akan bermasalah untuk kulit.

"Tidak apa-apa kalau kulit," ujarnya.

Terkait dengan toren air yang sudah tercemar dengan mayat, Stevent mengatakan sebaiknya tidak digunakan lagi atau diganti dengan yang baru.

Kalau pun tidak diganti, harus dibersihkan sesuai dengan protokol dan mendapatkan arahan dari dinas kesehatan.

Mayat Dalam Toren

Misteri penemuan mayat di dalam tandon atau toren air di Tangerang Selatan, Senin (27/5/2024) sore, masih misteri.

Hingga kini, polisi belum bisa mengungkap pelaku pembunuhan yang memasukkan mayat korbannya ke dalam toren air milik Sutrisno (46), warga Gang Samid Sian, RT 03 RW 01, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Penemuan mayat di dalam toren air itu terungkap setelah Sutrisno merasakan air di rumahnya keruh dan berbau bangkai sehari terakhir.

Sehari sebelum mayat ditemukan di dalam toren, istri Sutrisno mengeluhkan air di rumahnya menjadi tampak keruh dan bau bangkai.

Namun, Sutrisno menganggap air di rumahnya keruh karena sudah memasuki musim panas sehingga tak buru-buru memeriksa kondisi toren air.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved