Kamis, 9 April 2026

Presiden Perancis Emmanuel Macron Bertemu Menteri dari Arab Bahas Pendirian Negara Palestina

Selain membicarakan tentang perang di Gaza, mereka juga membahas cara-cara untuk mendirikan negara Palestina agar bisa berdampingan dengan Israel.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Presiden Perancis Emmanuel Macron Bertemu Menteri dari Arab Bahas Pendirian Negara Palestina
Christophe Ena/EPA
Presiden Perancis, Emmanuel Macron. 

TRIBUNTORAJA.COM - Dukungan untuk pembentukan Negara Palestina terus mengalir.

Bahkan, sejumlah pimpinan negara di Arab dan Eropa mulai merancang mendirikan negara Palestina yang dapat berdampingan dengan Israel.

Seperti yang dilakukan Presiden Perancis, Emmanuel Macron.

Macron bersama Perdana Menteri Qatar dan menteri luar negeri Arab Saudi, Mesir, serta Yordania mengadakan pembicaraan mengenai perang di Gaza, Jumat (24/5/2024).

Dalam pertemuan itu, Macron didampingin Menteri Luar Negeri Perancis, Stephane Sejourne.

Nampak hadir Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman al-Thani; Menteri Luar Negeri Mesir , Sameh Shoukry;Ayman Safadi dari Yordania, dan Faisal bin Farhan al-Saud dari Arab Saudi.

Selain membicarakan tentang perang di Gaza, mereka juga membahas cara-cara untuk mendirikan negara Palestina agar bisa berdampingan dengan Israel.

Macron menegaskan kembali penentangannya terhadap serangan Israel di Rafah dan permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki.

Dia juga menyerukan gencatan senjata segera dengan pembebasan semua sandera di Gaza.

Diketahui, perang di Gaza melibatkan Israel dan Hamas yang menginginkan Palestina merdeka.

Mengutip Kompas.com dari AFP, Sabtu (25/5/2024), pertemuan Macron dengan petinggi negara di jazirah Arab tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional atas perang Israel-Hamas.

Keputusan itu terjadi beberapa jam setelah pengadilan tinggi PBB memerintahkan Israel menghentikan serangannya di Kota Rafah.

Upaya untuk menghidupkan kembali solusi dua negara terhadap konflik Timur Tengah yang lebih luas dan upaya kemanusiaan untuk Gaza mendominasi perundingan tersebut.

Para pejabat membahas semua langkah yang dapat diaktifkan untuk membuka kembali semua titik persimpangan ke Gaza, kata pernyataan istana Elysee.

Kelima negara tersebut juga membahas bagaimana meningkatkan dan memperdalam kerja sama mereka dan implementasi solusi dua negara secara efektif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved