Pernyataan Garuda Indonesia Terkait Terbakarnya Sayap Pesawat Rute Makassar-Madinah
prosedur Return to Base (RTB) merupakan angkah cepat guna memitigasi risiko pada aspek safety dan keamanan operasional pada penerbangan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/garu233.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, Jakarta - Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-1105 rute Makassar-Madinah yang sedianya akan membawa jamaah haji ke Tanah Suci mengalami insiden, Rabu (15/5/2024) sore.
Pesawat yang akan membawa dialami 450 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Gowa, Sulsel, itu mengalami kerusakan mesin saat sudah lepas landas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
Mesin yang tiba-tiba rusak membuat pilot memutuskan Return to Base (RTB) atau kembali ke apron bandara. Sementara JCH yang tergabung dalam Kloter 5 ini dibawa kembali ke Asrama Haji Sudiang.
Sekaitan dengan insiden tersebut, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjelaskan prosedur yang diambil pasca insiden tersebut.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan bahwa prosedur Return to Base (RTB) merupakan angkah cepat guna memitigasi risiko pada aspek safety dan keamanan operasional pada penerbangan tersebut.
Keputusan RTB tersebut diambil oleh Pilot in Command (PIC) segera setelah pesawat lepas landas dengan mempertimbangkan kondisi kendala engine pesawat yang memerlukan pemeriksaaan lebih lanjut, setelah diketahui adanya percikan api pada salah satu engine.
Atas kondisi itu, engine pesawat diharuskan menjalani prosedur pengecekan secara menyeluruh sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan armada untuk dapat kembali beroperasi.
"Perlu kami sampaikan bahwa penerbangan tersebut telah mendarat dengan selamat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada pukul 17.15 LT, dan hingga pernyataan ini disampaikan, seluruh penumpang tengah diarahkan kembali menuju asrama untuk menunggu kesiapan pesawat pengganti," ucapnya.
Lebih lanjut, Irfan mengatakan jika seluruh penumpang pesawat tiba di bandara dalam keadaan selamat dan baik, dan akan kembali diberangkatkan secepatnya mengacu pada kesiapan pesawat pengganti.
Proses pendampingan jemaah menuju asrama turut melibatkan stakeholder kebandarudaraan terkait guna memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan para penumpang terjaga dengan baik.
Sebelumnya, GA-1105 yang dioperasikan dengan armada B747-400 diberangkatkan dari Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 15:30 Wita dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah pada pukul 21.10 LT.
Penerbangan tersebut mengangkut sedikitnya 450 penumpang, yang merupakan rombongan calon jamaah haji asal embarkasi Makassar, serta 18 awak pesawat.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi kepada seluruh Jamaah Haji pada penerbangan tersebut dan juga Kementerian Agama RI selaku penyelanggara haji," kata Irfan.
"Garuda Indonesia tengah melakukan koordinasi intensif kepada pihak-pihak terkait guna memastikan tindak lanjut penanganan jamaah untuk dapat kembali melanjutkan perjalanan," tambahnya.
Kesaksian Penumpang
PT Garuda Indonesia
Garuda Indonesia
Pesawat Garuda Indonesia
jamaah haji
Embarkasi Makassar
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin
sayap pesawat terbakar
Return to Base (RTB)
Irfan Setiaputra
| Hanya 1 Orang, JCH Toraja Utara Masuk Asrama Haji Sudiang Sabtu Lusa |
|
|---|
| Kuota Cuma Satu, Jamaah Calon Haji Toraja Utara 2026 Ikut Kloter Wajo |
|
|---|
| 8 Jamaah Calon Haji Tana Toraja Tetap Berangkat Tahun Depan, 1 Lanjut Usia Asal Bonggakaradeng |
|
|---|
| Dampak Aturan Baru, 33 Calon Jamaah Haji Tana Toraja Batal Berangkat Tahun 2026 |
|
|---|
| Aturan Baru, Calon Jamaah Haji Tana Toraja dan Toraja Utara Terancam Tak Berangkat Tahun Ini |
|
|---|