Konflik Rusia vs Ukraina
Rusia Ancam Bakal Serang Inggris
Meskipun pasukan Ukraina terjebak di garis depan selama lebih dari 2 tahun karena kekurangan pasukan dan amunisi, mereka tetap menggunakan kekuatan...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/gedung-terbakar-di-kyiv-ukraina-akibat-serangan-rusia-2332023.jpg)
Tindakan Rusia telah memicu keprihatinan di kalangan negara-negara Barat dan meningkatkan ketegangan antara Rusia dan NATO.
Pejabat Jerman, misalnya, telah memanggil kembali duta besarnya di Rusia untuk berkonsultasi di Berlin menyusul serangan komputer yang diduga dilakukan oleh Rusia terhadap partai Kanselir Olaf Scholz.
Tindakan provokatif Rusia ini juga dilakukan di tengah serangan drone Ukraina terhadap wilayah Rusia.
Baca juga: Putin: Rusia Siap Perang Nuklir
Meskipun pasukan Ukraina terjebak di garis depan selama lebih dari 2 tahun karena kekurangan pasukan dan amunisi, mereka tetap menggunakan kekuatan tembakan jarak jauh untuk menyerang target di dalam Rusia.
Perang di Ukraina telah menimbulkan ketegangan signifikan dalam hubungan antara Rusia dan Barat.
Baca juga: Ukraina Klaim Tenggelamkan Kapal Perang Rusia di Laut Hitam Menggunakan Drone
Rusia menyalahkan Barat atas meningkatnya ketegangan dan menganggap dirinya sebagai korban provokasi.
Dalam konteks ini, langkah-langkah Rusia, termasuk ancaman dan latihan militer, meningkatkan ketidakstabilan di kawasan tersebut dan memperkeruh situasi di Ukraina.
(*)
| Ukraina Lakukan Serangan Kejutan ke Rusia, Pengamat: Ancaman Nuklir Hanya Mitos |
|
|---|
| Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Minta Barat Kirim Lebih Banyak Senjata Jarak Jauh |
|
|---|
| Joe Biden Izinkan Ukraina Gunakan Senjata AS untuk Serang Wilayah Rusia |
|
|---|
| Rusia Bergerak Maju Serang Kota Vovchansk, Klaim Rebut 5 Desa di Timur Laut Ukraina |
|
|---|
| Volodymyr Zelenskyy: Ukraina Terpaksa Mundur Jika AS Tidak Kirim Bantuan |
|
|---|