Konflik Rusia vs Ukraina

Rusia Ancam Bakal Serang Inggris

Meskipun pasukan Ukraina terjebak di garis depan selama lebih dari 2 tahun karena kekurangan pasukan dan amunisi, mereka tetap menggunakan kekuatan...

Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
AP Photo via Kompas.com
Petugas pemadam kebakaran Layanan Darurat Negara Ukraina bekerja untuk memadamkan api di lokasi penembakan Rusia di kota Vyshgorod di luar ibu kota Kyiv, Ukraina, Rabu, 23 November 2022 silam. 

Senjata nuklir taktis mencakup bom udara, hulu ledak untuk misil jarak pendek, dan amunisi artileri yang dirancang untuk digunakan di medan perang.

Meskipun kurang kuat dibandingkan dengan senjata strategis, senjata nuklir taktis tetap merupakan ancaman serius.

Ancaman Rusia ini bertujuan untuk memberi peringatan kepada sekutu-sekutu Ukraina di Barat agar tidak lebih terlibat dalam konflik yang sudah berlangsung selama 2 tahun itu.

 

Baca juga: FSB Rusia Tuding Inggris, AS dan Ukraina Dalang Penembakan di Konser Moskwa

 

Beberapa mitra Ukraina di Barat telah menyatakan kekhawatiran bahwa konflik tersebut bisa meluas menjadi perang antara NATO dan Rusia.

Beberapa pejabat Barat, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron, telah menyatakan dukungan mereka untuk Ukraina.

Mereka bahkan mengisyaratkan kemungkinan pengiriman pasukan atau penggunaan senjata jarak jauh. Kremlin menanggapinya sebagai provokasi, meningkatkan ketegangan antara Rusia dan NATO.

 

Baca juga: Ukraina Serang Armada Laut Rusia, Hancurkan Pusat Komunikasi Laut Hitam

 

Dmitry Medvedev, wakil kepala Dewan Keamanan Rusia, mengatakan bahwa komentar-komentar tersebut berpotensi membawa dunia menuju "bencana global."

Ini bukan pertama kalinya Rusia mengancam menggunakan senjata nuklir sebagai respons terhadap dukungan militer Barat untuk Ukraina.

Dalam konteks ini, Rusia telah mengadakan latihan yang melibatkan senjata nuklir taktis, yang dianggap sebagai respons langsung terhadap komentar-komentar provokatif dari pejabat Barat.

 

Baca juga: Israel Makin Gila, Anggap Semua Laki-laki Palestina Adalah Hamas, Larang Keluar dari Rafah

 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved