Minggu, 26 April 2026

Dituduh Ingin Rebut Posisi Ketum PDIP, Jokowi: Bukan Golkar?

Hasto menjelaskan bahwa upaya pengambilalihan posisi Ketua Umum PDIP oleh Jokowi telah dilakukan sejak jauh sebelum Pemilu 2024.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Dituduh Ingin Rebut Posisi Ketum PDIP, Jokowi: Bukan Golkar?
Tribun Style
Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNTORAJA.COM - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan tanggapan terhadap pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang menyebutkan bahwa dirinya ingin merebut kursi ketua umum partai bercorak kepala banteng moncong putih tersebut.

Jokowi memberikan tanggapan singkat ketika wartawan menanyakan pendapatnya mengenai isu tersebut.

"Bukan Golkar? Katanya mau ngerebut Golkar, masa mau direbutin semua. Jangan seperti itu. Jangan seperti itu," kata Jokowi di Jakarta pada Rabu (3/4/2024).

 

 

Sebelumnya, Hasto mengungkapkan bahwa Jokowi diduga berusaha untuk merebut posisi Ketua Umum PDIP dari Megawati Soekarnoputri.

Hal ini diungkapkan oleh Hasto saat menjadi narasumber dalam acara bedah buku berjudul "NU, PNI, dan Kekerasan Pemilu 1971” karya Ken Ward (1972) yang diselenggarakan di Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/4/2024).

Hasto menjelaskan bahwa upaya pengambilalihan posisi Ketua Umum PDIP oleh Jokowi telah dilakukan sejak jauh sebelum Pemilu 2024.

 

Baca juga: Persamaan Soeharto dan Jokowi

 

Selain PDIP, Hasto juga menyebutkan bahwa rencana pengambilalihan posisi ketua umum juga ditujukan kepada Partai Golkar.

"Rencana pengambilalihan Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Jadi, jauh sebelum pemilu, beberapa bulan, sekitar lima hingga enam bulan sebelumnya. Ada seorang menteri yang sangat berpengaruh," ujar Hasto.

Hasto menyatakan bahwa dalam struktur kabinet Jokowi, terdapat menteri yang berpengaruh dan menteri yang sangat berpengaruh.

 

Baca juga: MK: Kehadiran 4 Menteri Jokowi di Sidang Sengketa Pilpres 2024 Tak Dapat Diwakilkan

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved