Dugaan Penistaan Agama
MUI Tana Toraja: Tidak Ada Unsur Politik Dalam Menyikapi Unggahan SARA John Rende Mangontan
Pesan tersebut berisikan ajakan berbuka puasa dengan gambar babi guling yang memicu ketidaknyamanan dan protes berbagai pihak.
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Imam Wahyudi

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tana Toraja, KH Zainal Muttaqin, menyayangkan unggahan anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar asal Toraja, John Rende Mangontan (JRM), di grup WhatsApp yang mengandung unsur SARA.
“Disesalkan oleh kita semua karena dia adalah seorang wakil rakyat, apalagi di tingkat provinsi, apalagi seorang tokoh di Toraja. Kok memberikan statement, membuat hal seperti itu. Kan sangat menusuk dan sangat mencederai umat Islam khususnya,” beber KH Zainal usai rapat bersama pengurus MUI Tana Toraja, Ormas Islam, dan tokoh agama setempat, di Masjid Raya Makale, Selasa (19/3/2024) malam.
Diketahui JRM mengunggah pesan mengandung unsur SARA dalam sebuah grup WhatsApp pada Senin (18/3/24) sore.
Pesan tersebut berisikan ajakan berbuka puasa dengan gambar babi guling yang memicu ketidaknyamanan dan protes berbagai pihak.
Atas dasar itu, MUI Tana Toraja kemudian memutuskan untuk mengambil sikap dan meminta klarifikasi JRM.
“Jadi saya kira nanti MUI akan mengambil sikap. Pertama mengklarifikasi, kemudian tentu kami mohon kejelasan apa maksud dan sebagainnya, yang berikutnya lagi berdasarkan desakan-desakan itu adalah untuk menggunakan jalur hukum,” kata KH Zainal.
KH Zainal menegaskan, menyikapi isu SARA penting sehingga tidak menciptakan bola liar, distorsi, dan benturan-benturan, baik di kalangan interen maupun antar agama di masyarakat.
Selain itu, guna mencegah hal serupa tidak terulang di kemudian hari.
Kendati demikian, MUI tetap mengedepankan kerukunan, toleransi, kedamaian, dan persatuan di Tana Toraja dalam mengambil kebijakan.
Saat ditanya apakah hal ini menyangkut politik, MUI tegas membantah.
“Ini murni menyangkut terkait masalah agama,” tegas KH Zainal Muttaqin.
Diketahui JRM menjadi kandidat kuat dalam Pilkada 2024 Tana Toraja.
Di lain sisi, Advokat Abd Azis Assen, menyebut hal ini sebagai respons MUI terkait ketidaknyamanan dan protes berbagai pihak atas unggahan mengandung SARA JRM.
Menurut Abd Azis MUI berusaha untuk mengkanalisasi ke arah yang benar.
“Dikanalisasi supaya daripada menjadi aksi jalanan, terjadi pergesekan, dan sebagainya. Maka MUI sebagai payung dari semua organisasi Islam itu mewadahi ini.”
“Supaya melalui MUI itu, kita dikanalisasi, diarahkan pada hal-hal yang benar, jalur yang benar, supaya ini tertrib. Di situ posisi MUI, mendengar aspirasi seperti ini supaya tidak jadi liar,” papar Abd Azis.