Dugaan Penistaan Agama
Unggah Pesan Mengandung SARA, JRM: Itu Buka Puasa untuk Paskah
Unggahan tersebut berupa pesan ajakan berbuka puasa dengan gambar babi guling yang kemudian memicu ketidaknyamanan
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/John-Rende-Mangontan-di-Rumah-JRM.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar asal Toraja, John Rende Mangontan (JRM), mengklarifikasi unggahannya yang mengandung SARA di grup WhatsApp pada Senin (18/3) sore.
Unggahan tersebut berupa pesan ajakan berbuka puasa dengan gambar babi guling yang kemudian memicu ketidaknyamanan dan protes berbagai pihak.
Menurut JRM, buka puasa yang dimaksudnya bukan ditujukan untuk warga Muslim yang sedang berpuasa Ramadan, melainkan untuk warga Nasrani menyambut Paskah.
“Jadi intinya kami bahas survey, baik polling dan survey menyangkut pilkada. Dan kami bawa dalam candaan kalau tidak salah tujuh orang dan candaan itu cair dan hidup,” ungkap JRM saat dikonfirmasi Selasa (19/3/2024) malam.
“Lalu saya kirim babi guling dan tulis buka puasa. Tapi tidak ada bahasa saya tentang saudara saya Muslim, karena puasa dikenal juga di agama Kristen, apalagi dalam suasana menyambut Paskah,” lanjutnya.
Menurut JRM, awalnya dirinya telah berusaha mengklarifikasi hal tersebut kepada anggota grup WhatsApp yang merasa tidak nyaman.
“Saya menjawab juga bahwa kalau tersinggung, saya minta maaf. Tapi jujur saya tidak ada niat ke situ. Saya chat pribadi juga jelaskan yang lebih detail tentang orang Kristen puasanya ada yang rutin setiap Jumat,” jelas JRM.
Kandidat Bupati Tana Toraja dalam Pilkada 2024 ini kemudian mengatakan ini murni kesalahpahaman.
Sampaikan Permohonan Maaf
Tak ingin memperkeruh suasana, JRM kemudian menyampaikan permohonan maafnya.
“Agar tidak diperpanjang dan dalam menyambut bulan suci Ramadaan dan menyambut Paskah, saya secara pribadi mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan saya yang membuat saudara dan orang tua saya, kaum Muslim memunculkan amarah pada saya.”
“Karena apapun alasannya, saya masih bayak tugas dan tanggung jawab saya untuk menyelesaikan janji politik saya hingga berakhir di tahun ini. Semoga janji politik saya untuk memperjuangkan masih beberapa rumah ibadah, termasuk masjid akan saya tuntaskan,” tutur JRM.
Diketahui selama masa jabatannya, JRM menargetkan membangun total 280 rumah ibadah di Tana Toraja dan Toraja Utara.