Rabu, 6 Mei 2026

Perusahaan Ini Beri Uang Tunai Rp 1,17 Miliar kepada Karyawannya yang Lahirkan Bayi

karyawan dengan tiga anak akan memiliki pilihan khusus untuk memilih tunjangan apa yang ingin mereka terima.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Perusahaan Ini Beri Uang Tunai Rp 1,17 Miliar kepada Karyawannya yang Lahirkan Bayi
ist
Ilustrasi 

TRIBUNTORAJA.COM - Membantu pemerintah mengatasi tingkat kelahiran yang sangat rendah, sebuah perusahaan konstruksi di Seoul, Korea Selatan, Booyoung Group, menawarkan uang 100 juta won Korea atau Rp 1,17 miliar,  kepada para karyawannya setiap kali memiliki bayi.

Sejauh ini, karyawan perusahaan itu sudah memiliki total sebanyak 70 bayi sejak tahun 2021 dan telah membayar total tujuh miliar won Korea atau 5,25 juta dolar AS tunai kepada karyawan.

Tunjangan tersebut diberikan kepada karyawan laki-laki dan perempuan, 

“Saya berharap kami akan diakui sebagai perusahaan yang berkontribusi dalam mendorong kelahiran dan kekhawatiran tentang masa depan negara ini,” kata Ketua Booyoung Group, Lee Joong-keun.

Lee menjelaskan, perusahaan bertujuan untuk meringankan beban keuangan dalam membesarkan anak-anak karyawannya melalui dukungan keuangan langsung.

Lee menambahkan, karyawan dengan tiga anak akan memiliki pilihan khusus untuk memilih tunjangan apa yang ingin mereka terima.

Mereka dapat memilih antara menerima 300 juta won Korea (setara 225.000 dolar AS) dalam bentuk tunai atau perumahan sewa jika pemerintah menawarkan tanah untuk konstruksi.

Rendahnya Tingkat Fertilitas

Inisiatif perusahaan ini muncul ketika Korea Selatan mencatat tingkat kesuburan yang sangat rendah.

Pada tahun 2022, Korea Selatan mencatat tingkat kesuburan terendah di dunia sebesar 0,78, angka yang diperkirakan akan turun menjadi 0,65 pada tahun 2025, menurut Statistik Korea.

Tingkat kesuburan mengacu pada jumlah rata-rata anak yang akan dimiliki seorang wanita seumur hidupnya.

Angka kelahiran di Korea Selatan telah menurun sejak tahun 2015.

Dalam proyeksi buruk yang dibuat pada Desember 2023, angka kelahiran di negara ini berpotensi turun hingga 0,59 pada tahun 2026, mencapai tingkat populasi yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak tahun 1970-an.

Meskipun pihak berwenang Korea Selatan mengantisipasi pemulihan bertahap dalam angka kelahiran menjadi 1,08 pada tahun 2072, angka ini masih jauh di bawah ambang batas 2,1 kelahiran per perempuan yang diperlukan untuk stabilitas populasi tanpa adanya imigrasi.

Total populasi Korea Selatan diperkirakan turun dari 51,75 juta pada tahun 2024 menjadi 36,22 juta, tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak tahun 1977.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Perusahaan Ini Bayar Para Karyawannya Rp 1,17 Miliar Tunai Setiap Kali Memiliki Anak 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved