Pemilu 2024
Guru Honor Diancam Dipecat Gara-gara Tidak Kumpul KK untuk Caleg
Kepala Disdik Sinjai, Irwan Suaib, membantah adanya ancaman pemecatan kepada guru honorer karena tidak mengumpulkan keluarga keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Kepala-Disdik-Sinr3e4.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Warga Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, DI, mengaku diancam diberhentikan sebagai guru honorer.
DI sudah 6 tahun menjadi guru honorer di salah salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sinjai.
Dia diancam diberhentikan karena tidak berhasil mengumpulkan 20 Kartu Keluarga (KK).
KK itu untuk kepentingan seorang calon anggota legislatif (caleg) DPR RI.
Suami DI, JN, mengaku istrinya diancam akan dipecat oleh seorang pegawai Dinas Pendidikan Sinjai.
“Istri saya diancam dipecat karena tidak setor 20 KK untuk seorang caleg DPR RI,” kata JN, Kamis (8/2/2024).
Sebelumnya, DI mendapat perintah dari kepala sekolahnya untuk mengumpulkan 20 KK oleh kepala sekolahnya.
“Yang suruh kumpulkan itu kepala sekolahnya, tapi sampai sekarang istri saya belum menyetor KK dan diancam untuk diberhentikan,” ujarnya.
Menuntut JN, semua guru di sekolah tempat istrinya mengajar disuruh mengumpulkan 20 KK.
“Semua disuruh, tapi hanya istri saya yang tidak menyetor,” katanya.
Kepala Disdik Sinjai, Irwan Suaib, membantah adanya ancaman pemecatan kepada guru honorer karena tidak mengumpulkan keluarga keluarga.
Penjabat (Pj) Bupati Sinjai, TR Fahsul Falah, menegaskan bahwa honorer maupun ASN Pemkab Sinjai harus netral pada Pemilu 2024.
“Jangan takut, tidak ada ancaman-ancaman seperti itu,” katanya, kamis (8/2/2024).
Dia meminta semua pihak melaksanakan pemilu secara damai.
“Jangan peduli dan jangan takut, kan saya Pj Bupatinya, tidak akan pemecatan,” ujarnya.
Dia juga meminta bawaslu melakukan penyelidikan terkait ancaman ini.(taqwa)
| KPU Tana Toraja Menanti Hasil Verifikasi LHKPN Anggota DPRD Terpilih di KPK |
|
|---|
| PDIP Minta MK Batalkan Hasil Pileg di Papua Tengah Serta Nihilkan Suara PSI dan Demokrat |
|
|---|
| Bawaslu Catat Pelanggaran Pemilu di Sulsel Sebanyak 168 Temuan, Didominasi pelanggaran ASN |
|
|---|
| Pekan Depan, MK Mulai Sidangkan 297 Gugatan Pileg 2024 |
|
|---|
| Mendagri Tito Karnavian: Akhir Pemilu 2024 Tunggu Putusan Mahkamah Konstitusi |
|
|---|