Selasa, 7 April 2026

Pemilu 2024

Mahasiswa Demo di Kantor Bawaslu Tator, Minta Usut Caleg Manfaatkan PIP Demi Raih Suara

Dana PIP baru akan dicairkan oleh bank usai sertifikat diambil oleh orang tua siswa di rumah Ketua DPC NasDem Tana Toraja, Evivana Rombe Datu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Mahasiswa Demo di Kantor Bawaslu Tator, Minta Usut Caleg Manfaatkan PIP Demi Raih Suara
TribunToraja/Rifki
Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Untuk Pendidikan, gelar unjuk rasa di Kantor Bawaslu Tana Toraja, tuntut penyalahgunaan PIP oleh caleg NasDem, Eva Stevany Rataba, demi meraih suara Pemilu 2024. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Untuk Pendidikan gelar unjuk rasa di Kantor Bawaslu Tana Toraja, Jalan Tongkonan Ada Nomor 3, Makale, Jumat (2/2/2024) siang.

Unjuk rasa menuntut kejelasan atas pelaporan di Bawaslu Tana Toraja bernomor 001/LP/PP/Kab/27.19/I/2024, terkait dugaan masuknya kampanye politik di ranah pendidikan.

Diduga caleg partai Nasdem yang sekaligus petahana di DPR RI, Eva Stevany Rataba, melibatkan oknum guru sekolah dalam penyalahgunaan Program Indonesia Pintar (PIP).

Dalam orasi yang dikomandoi Theofilus Patu Rerung, dana PIP baru akan dicairkan oleh bank usai sertifikat diambil oleh orang tua siswa di rumah Ketua DPD NasDem Tana Toraja, Evivana Rombe Datu.

Menurut Theofilus, penyampaian itu disebarkan ke dalam sebuah grup yang beranggotakan guru dan kepala sekolah.

“Selamat pagi!!! Meneruskan penyampaian dari pengelolaha PIP ASPIRASI IBU EVA STEVANY RATABA, bagi siswa yang mendapat PIP tersebut diharapkan orang tua langsung mengambil sertifikat siswa di rumah EVIVANA ROMBE DATU,” demikian isi pesan berantai WhatsApp tersebut.

Dalam sertifikat yang dimaksud juga terpampang wajah Eva mengenakan almamater biru tua khas partai NasDem.

Theofilus dan aliansi mahasiswa kemudian tegas menyatakan sikap bahwa hal itu mencoreng pendidikan di Tana Toraja dan menjatuhkan harga diri penerima PIP.

“Kami menginginkan pendidikan kembali pada fungsinya, mencerdaskan kehidupan bangsa. Bukan malah digunakan sebagai alat politik untuk kepentingan segelintir orang,” tegas Theofilus.

Selain PIP, diduga KIP, bantuan sosial PKH, dan bantuan negara lainnya juga telah diperalat jelang Pemilu 2024 di Tana Toraja.

Pantauan Tribun Toraja di lokasi, unjuk rasa yang dijaga ketat oleh aparat TNI/Polri membuat Jalanan Tongkonan Ada ditutup sekira dua jam.

Usai orasi, aliansi mahasiswa kemudian menemui Ketua Bawaslu Tana Toraja, Elis Mangesa, dan Kadis Pendidikan, Andarias Lebang, beserta jajaran untuk membuka ruang diskusi.

Perlu diketahu, PIP merupakan dana aspirasi yang diusul oleh anggota DPR RI.

Dilansir dpr.go.id, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem, Eva Stevany Rataba, sejak tahun 2020 hingga tahun 2023 telah menyalurkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) ke 70 ribu siswa di Toraja dan Luwu Raya. Bantuan itu disalurkan untuk jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.

Bantuan tersebut, telah menggelontorkan dana miliaran rupiah angaran yang berasal dari pagu anggaran PIP Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang merupakan mitra kerja dari komisi X DPR RI.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved