Perang Israel Palestina
Helikopter AS Serang Kapal Kelompok Houthi di Laut Merah
Serangan ini pun mengakibatkan beberapa kematian, memperburuk konflik maritim yang terkait dengan perang di Gaza.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/kapal-perang-AS-112024.jpg)
Kejadian di sekitar Maersk Hangzhou menandai serangan ilegal ke-23 oleh Houthi terhadap pengiriman internasional sejak 19 November, menurut Central Command.
Ini adalah pertama kalinya Angkatan Laut AS menyatakan personelnya menembak mati personil kelompok Houthi sejak serangan di Laut Merah dimulai.
Houthi yang didukung oleh Iran mengklaim serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah selama lebih dari sebulan.
Baca juga: Pemkab Polman Bikin Lomba Hadiah Rp20 Juta, yang Diterima Pemenang Cuma Sejuta
Mereka mengatakan serangan mereka terkait dengan Israel atau kapal yang menuju ke pelabuhan Israel. Houthi menyatakan bahwa serangan ini bertujuan untuk mengakhiri serangan udara dan darat Israel di Jalur Gaza yang dipicu oleh serangan kelompok militan Palestina, Hamas, pada 7 Oktober di selatan Israel.
Namun, keterkaitan serangan Houthi dengan kapal yang menjadi sasaran semakin meragukan seiring berlanjutnya serangan tersebut.
Perusahaan pengiriman Denmark, Maersk, yang memiliki Maersk Hangzhou, hari Minggu mengumumkan mereka akan menghentikan pengiriman melalui Laut Merah setelah dua serangan terhadap kapal kargo mereka.
Baca juga: Tentara Israel Hancurkan Persembunyian Pemimpin Hamas, Yahya Sinwar
"Dalam situasi saat ini, dan untuk memberi waktu untuk menyelidiki detail kejadian dan menilai situasi keamanan lebih lanjut, diputuskan semua perlintasan melalui area tersebut akan ditunda selama 48 jam ke depan," kata Maersk, seperti yang dilaporkan oleh stasiun penyiaran publik Denmark, DR.
Hari Sabtu, komandan tertinggi angkatan laut AS di Timur Tengah menyatakan pemberontak Houthi tidak menunjukkan tanda-tanda menghentikan serangan yang berbahaya terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah.
Ini terjadi meskipun lebih banyak negara bergabung dalam misi maritim internasional untuk melindungi kapal-kapal di jalur air yang vital ini, dan lalu lintas perdagangan mulai meningkat.
Baca juga: Israel Bombardir Kamp Pengungsian di Gaza saat Natal
| Israel Kembali Serang Palestina, Netanyahu Klaim Tak Ada Kelaparan di Gaza |
|
|---|
| Tentara Israel Tolak Bertempur di Gaza, Tolak Kebijakan Perang |
|
|---|
| Staf World Central Kitchen Tewas dalam Serangan Israel di Gaza, Hamas Jadi Kambing Hitam |
|
|---|
| Qatar Hentikan Peran sebagai Mediator Israel-Hamas, Masa Depan Gaza Semakin Kelam |
|
|---|
| Dampak Serangan Israel di Gaza: 93 Persen Bangunan Sekolah Hancur, Pertanian Tersisa 22 Persen |
|
|---|