Perang Israel Palestina
PBB Sebut Seorang Anak Palestina Mati Terbunuh Setiap 10 Menit
Israel melancarkan serangan udara dan darat ke Jalur Gaza setelah serangan lintas batas oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada 7 Oktober lalu
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/korban-anak-dan-wanita.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, ANKARA - Serangan Israel membunuh seorang anak palestina setiap 10 menit selama sebulan terakhir di Gaza, kata Badan Bantuan Pengungsi Palestina Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) UNRWA, Senin, (6/11/2023).
"Secara rata-rata, seorang anak tewas dan dua terluka setiap 10 menit selama perang," kata UNRWA dalam pernyataan yang dipublikasikan di X (dulunya Twitter).
"Melindungi warga sipil dalam konflik bukanlah sekadar aspirasi atau cita-cita; itu adalah kewajiban dan komitmen terhadap kemanusiaan kita bersama," tambah pernyataan UNRWA.
UNRWA adalah badan PBB utama yang beroperasi di Gaza, di mana sekolah-sekolahnya saat ini menjadi tempat tinggal bagi sekitar 670.000 warga Palestina yang mengungsi akibat serangan Israel yang tiada henti.
Per Selasa (7/11/2023), 93 staf UNRWA kehilangan nyawa sejak serangan dimulai.
Baca juga: Kemlu Bantah Tuduhan Israel yang Sebut RS Indonesia Lindungi Terowongan Hamas
Sebanyak 5 staf UNRWA tewas dalam 24 jam terakhir.
Israel melancarkan serangan udara dan darat ke Jalur Gaza setelah serangan lintas batas oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada 7 Oktober lalu.
Serangan Israel di Jalur Gaza membunuh setidaknya 10.022 warga palestina, termasuk 4.104 anak-anak dan 2.641 perempuan.
Baca juga: Israel Tuding RS Indonesia di Gaza Markas Hamas
Menurut data resmi, jumlah kematian Israel hampir mencapai 1.600 jiwa.