Kamis, 30 April 2026

Tim Kosabangsa UKI Toraja Edukasi Sistem Terpadu Budidaya Cabai Katokkon dan Limbah Tedong Bonga

Kosabangsa adalah skim pengabdian masyarakat terbaru yang telah diluncurkan secara kompetitif tahun 2023 oleh DRTPM Kemendikbudristek.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Tim Kosabangsa UKI Toraja Edukasi Sistem Terpadu Budidaya Cabai Katokkon dan Limbah Tedong Bonga
ist
Tim Program Kosabangasa UKI Toraja memberikan bimbingan teknis penyemaian benih cabai Katokkon dengan rockwool dan pembuatan media semai kepada mitra kelompok wanita tani di Lembang Sandana, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja. 

Agens hayati tersebut ditambahkan ketika proses komposting limba feses atau sebagai fungisida nabati.

Agens hayati dapat berperan sebagai biocontrol preventif untuk menekan penyakit tular tanah.

Kelompok wanita tani juga diedukasi cara-cara penyemaian benih cabai katokkon yang lebih baik misalnya dengan memanfaatkan beberapa media semai seperti rockwool dan media tanah yang telah dikomposting secara baik sebagai tahap awal cara-cara budidaya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

06112023_pengolahan_limbah_kerbau
Pembuatan media semai berkomposisi feses tedong bonga, daun gamal, dedak, EM4, trichoderma sp.

Untuk memudahkan petani mendapatkan feses yang berfermentasi plus (Trichoderma sp.), maka tim Kosabangsa UKI Toraja menyediakan sarana pendukung yaitu kandang kerbau belang (tedong bonga) yang terintegrasi dengan bak fermentasi, screen house, serta lahan demplot cabai Katokkon.

Tim pelaksana kosabangsa UKI Toraja telah melakukan edukasi melalui bimbingan teknis penyemaian benih cabai katokkon pada media rockwool dan pembuatan media tumbuh serta pembuatan bahan organik terfermentasi.

Mitra masyarakat telah melakukan benih cabai katokkon dengan air hangat dan penambahan zat pengatur tumbuh dapat mempercepat pematahan dormansi dan perkecambahan benih.

Selanjutnya benih cabai Katokkon disemaikan pada media rockwool.

Penggunaan media ini memberikan beberapa keuntungan yaitu benih tidak mudah terkontaminasi dengan patogen-patogen yang biasanya terikut di dalam tanah (soil borne disease), pertumbuhan lebih seragam, benih lebih bersih dan benih tidak mudah mengalami stress ketika pindah tanam karena kemampuannya mengikat air.

Petani mitra juga telah membuat media semai dengan komposisi; feses tedong bonga, daun gamal, dedak, EM 4 dan penambahan decomposer antagonis yaitu Trichoderma sp.

Petani mitra sangat antusias menerima edukasi dari tim Kosabangsa, ditandai dengan kehadiran dan berpartisipasi secara aktif pada setiap kegiatan.

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi petani akan meningkatkan level keberdayaan dan kesejahteraannya.

Sementara itu infrastruktur pertanian terpadu telah disiapkan yang selanjutnya dapat digunakan oleh petani cabai Katokkon untuk menerapkan model pertanian terpadu cabai Katokkon dan tedong bonga.

Namun demikian dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mendukung program kosabangsa
UKI Toraja dapat berjalan secara berkelanjutan.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved