Rabu, 15 April 2026

Utang RI

Hingga September 2023, Utang Pemerintah Tembus Rp7.891 Triliun

Kemenkeu juga melaporkan, rasio tersebut masih sejalan dengan yang telah ditetapkan melalui Strategi Pengelolaan Utang Jangka Menengah

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Hingga September 2023, Utang Pemerintah Tembus Rp7.891 Triliun
Freepik
Ilustrasi. 

"Non-residen mencatatkan outflow sebesar Rp 6,37 triliun month to date," ujar Inarno.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sejalan dengan aksi keluarnya dana asing. Secara year to date (ytd), IHSG melemah sebesar 1,34 persen dengan non-residen membukukan net sell sebesar Rp 11,61 triliun dibandingkan September 2023 net sell sebesar Rp 5,24 triliun ytd.

"Beberapa sektor di IHSG pada Oktober 2023 yang masih menguat, di antaranya sektor infrastruktur dan healthcare," terangnya.

Dari sisi likuiditas, transaksi rata-rata pasar saham Oktober 2023 turun Rp 10,32 triliun mtd, dan secara ytd Rp 10,47 triliun dibandingkan sept 2023 sebesar Rp 11,36 triliun, dan juga Rp 11,49 triliun ytd.

"Sejalan dengan pergerakan global pasar Surat Berharga Negara (SBN) per 26 Oktober 2023 membukukan outflow investor asing sebesar Rp 13,63 triliun mtd sementara dibanding September 2023 outflow sebesar Rp 23,3 triliun mtd," ucapnya.

Hal tersebut mendorong kenaikan yield SBN 40,86 bps di seluruh tenor. Secara ytd yield SBN naik rata-rata sebesar 25,48 bps di seluruh tenor dengan non residen mencatatkan net buy Rp 14,19 triliun ytd.

Lalu, di pasar obligasi, indeks pasar obligasi (ICBI) pada 27 Oktober 2023 melemah 1,38 persen month-to-date namun secara year-to-date masih menguat 4,45 persen ke level 360,12 dibandingkan September 2023 melemah 1,18 persen month-to-date.

"Untuk pasar obligasi korporasi, aliran dana keluar investor non-resident tercatat sebesar Rp842,8 miliar rupiah month-to-date dan secara year-to-date masih tercatat outflow sebesar Rp1,67 triliun rupiah," tuturnya.

Pada industri pengelolaan investasi, nilai aset under management atau AUM pengelolaan investasi per 25 Oktober 2023 tercatat sebesar Rp824,24 triliun atau turun sebesar 0,40 persen year-to-date dengan nilai aktifa bersih atau NAB reksa dana tercatat sebesar Rp499,5 triliun rupiah atau turun sebesar 1,33 persen month-to-date.

Inarno menambahkan, investor reksa dana masih membukakan net subscription sebesar Rp5,18 triliun month-to-date dan secara year-to-date, NAB meningkat 1,05 persen.

Terpisah, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menargetkan investasi Indonesia di tahun 2023 yaitu sebesar Rp1.400 triliun.

“Target investasi Indonesia di tahun 2023 yaitu sebesar Rp1.400 triliun dan di tahun 2022 kita sudah berhasil mencatat Rp1.200 triliun dan kemarin di kuartal tiga kita sudah mencapai 75.4 persen dari total target Rp1.400 triliun yang saya yakin akan berhasil dicapai di akhir tahun ini,” ujar Bahlil.

Menurutnya, berbicara tentang investasi tidak bisa dipisahkan dari dinamika geopolitik yang terjadi di seluruh dunia.

Karena tidak bisa dipungkiri pertumbuhan investasi nasional di saat ekonomi global tidak menentu dan geopolitik yang tidak menggembirakan memberikan dampak yang signifikan pada persoalan ekonomi.

Hal ini juga semakin rumit ketika dalam waktu dekat Indonesia akan menghadapi tahun pemilu yang mana banyak investor yang menahan diri untuk berinvestasi di Indonesia tapi beruntung jumlah angka investasi di Indonesia masih menunjukan angka yang positif.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved