Laut China Selatan Mulai Panas, AS Siap Bela Filipina Jika Diserang
Ini menjadi pernyataan Biden yang paling kuat sejak tensi antara China dan Filipina terus memanas dalam beberapa bulan terakhir.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Joe-Biden-12.jpg)
“Setiap serangan kepada pesawat, kapal atau angkatan bersenjata akan mengaktifkan Kesepakatan Pertahanan Bersama dengan Filipina,” tambah Biden.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning menegaskan, AS tak memiliki hak untuk terlibat dalam masalah antara China dan Filipina.
Baca juga: China Kerahkan Ratusan Pesawat Tempur Dekati Taiwan, Kapal Induk Shandong Mulai Patroli di Pasifik
Jika AS membela Filipina, kata Mao, aksi tersebut tak boleh melanggar kedulatan dan kepentingan maritim China di Laut China Selatan.
Pada Minggu (21/10/2023), Manila menyebut manuver berbahaya kapal penjaga pantai China menjadi penyebab tabrakan dengan kapal pengangkut logistik Filipina di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina.
Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr mengatakan kapal China sengaja menabrak kapal Filipina.
Baca juga: Presiden China Xi Jinping Larang PNS dan Pejabat Pakai iPhone, Apple Store Sepi
Ia juga menuduh China mendistorsi cerita demi menguntungkan pihak mereka.
Biden pun menyerukan klaim yang dibuat Teodoro Jr dan mengatakan kapal China telah beraksi dengan berbahaya dan tanpa hukum saat tabrakan terjadi.
(*)