Laut China Selatan Mulai Panas, AS Siap Bela Filipina Jika Diserang
Ini menjadi pernyataan Biden yang paling kuat sejak tensi antara China dan Filipina terus memanas dalam beberapa bulan terakhir.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Joe-Biden-12.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Kondisi di Laut China Selatan semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan AS akan membela filipina jika diserang China.
China dan Filipina memang tengah berkonflik atas wilayah di Laut China Selatan.
Pernyataan Biden itu muncul setelah tabrakan yang terjadi antara kapal penjaga pantai Filipina dan China.
“Saya ingin membuat jelas. Komitmen pertahanan AS kepada Filipina sangat kuat. Kesepakatan pertahanan AS ke Filipina sangat kuat,” ujar Biden di Gedung Putih, Rabu (25/10/2023), dikutip dari BBC.
Ini menjadi pernyataan Biden yang paling kuat sejak tensi antara China dan Filipina terus memanas dalam beberapa bulan terakhir.
Baca juga: 18 Jurnalis Palestina Tewas di Gaza akibat Serangan Israel
Manila berselisih dengan Beijing terkait klaim China atas wilayah Laut China Selatan.
Filipina memotong penghalang terapung yang dipasang China dan mengundang media untuk memfilmkan apa yang disebutnya sebagai langkah berbahaya Beijing di laut.
AS dan Filipina menandatangani Kesepakatan Pertahanan Besama pada 1951.
Baca juga: Dukung Dunia Multipolar, China Ingatkan Rusia Wajib Jaga Stabilitas Global
Di bawah kesepakatan itu, kedua negara akan saling membela jika terjadi serangan bersenjata terhadap salah satu dari mereka.