Penganiayaan
Awal Mula Seorang Anggota DPRD Takalar Aniaya Pacarnya Hingga Mimisan
Peristiwa dugaan pemukulan itu terjadi pada Jumat (1/9/2023), di Apartemen Casagrande Tebet, Jakarta Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Penganiayaan-anggota-DPRD-Takalar.jpg)
AG menyampaikan, penganiyaan terhadap dirinya berawal saat WEP kunjungan kerja di Jakarta.
"Saat tiba di Jakarta, WEP kemudian mampir ke apartemen saya," kata dia.
Korban menyebut, korban memiliki utang kurang lebih Rp 30 juta.
Momen tersebut digunakan AG untuk tagih utang itu. Apalagi, WEP sudah terima gaji.
"Tanggal satu dia gajian. Jadi saya menagih utangnya. Dia kan lagi ada di sini," kata dia.
"Terus saya suruh cek dulu, apa gajinya sudah masuk atau belum. Karena dia sudah lama tidak bayar utangnya," kata dia.
Bukannya bayar utang, WEP malah murka hingga akhirnya cekcok.
WEP pun ngamuk di apartemen dan menganiaya kekasihnya itu.
WEP murka lantaran AG juga berani pegang bajunya saat sedang menagih.
"Awalnya aku pegang bajunya. Karena kesal utangnya sudah setahun lebih tidak dibayar. Dia kemudian emosi dan disitu saya dipukul," kata dia.
AG pun membalas pukulan WEP. Disitulah WEP memukul lagi korban.
AG dipukul sampai tersungkur ke lantai.
"Terus saya dipukul habis-habisan sampai keluar darah dari hidung saya," kata dia.
"Waktu dia liat saya mimisan, dia baru berhenti memukul," kata dia.
AG pun membalas pukulan WEP. Disitulah WEP memukul lagi korban.