Senin, 4 Mei 2026

Sains

Siap-siap! Bakal Ada Fenomena Supermoon 1 Agustus 2023, Ini Penjelasan BRIN

Masyarakat dapat menyaksikannya dengan mata telanjang, dan fenomena ini akan terlihat sepanjang malam.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Siap-siap! Bakal Ada Fenomena Supermoon 1 Agustus 2023, Ini Penjelasan BRIN
IST
Supermoon di atas Ranu Kumbolo. 

TRIBUNTORAJA.COM - Pada Selasa tanggal 1 Agustus 2023 mendatang, masyarakat Indonesia bisa menyaksikan fenomena alam yang disebut supermoon.

Supermoon adalah peristiwa langka yang tidak terjadi setiap hari, sehingga menarik untuk disaksikan.

Masyarakat dapat menyaksikannya dengan mata telanjang, dan fenomena ini akan terlihat sepanjang malam.

 

 

Namun, keberhasilan menyaksikannya juga tergantung pada kondisi cuaca di wilayah masing-masing.

Peneliti astronomi dan astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Clara Yono Yatini menjelaskan, bahwa tidak ada waktu puncak yang signifikan untuk menyaksikan supermoon.

"Tanggal 1 Agustus 2023 ada fenomena supermoon, masyarakat Indonesia bisa menyaksikannya,” kata Clara kepada Kompas.com, Selasa (25/7/2023).

 

Baca juga: Kekeringan Akibat Fenomena El Nino di Toraja Diprediksi Hingga Oktober 2023, Ini Himbauan BMKG

 

"Sepanjang malam tidak akan terasa perbedaannya. Selama cuaca mendukung sepanjang malam, Bulan (supermoon) akan tampak terang," ujarnya.

Tahun ini, jelas Clara, akan ada 4 supermoon yang bisa dilihat dari wilayah Indonesia. Sebelumnya, supermoon juga telah terjadi pada 3 Juni 2023 lalu.

Ia mengungkapkan, supermoon tidak akan berdampak bahaya terhadap Bumi maupun Indonesia.

 

 

Baca juga: Mengenal Fenomena El Nino, Kondisi Ekstrem yang Bakal Landa Indonesia Tahun Ini

 

“Untuk tahun 2023 ini, supermoon akan terjadi di 3 Juli, 1 Agustus, 31 Agustus, dan 29 September,” ungkapnya.

"Tetapi mungkin akan ada perubahan pada pasang surut air laut,” kata dia.

Lebih lanjut, Clara juga menjelaskan bagaimana fenomena supermoon ini bisa terjadi.

 

Baca juga: BMKG Sebut Suhu Dingin di Toraja Tidak Terkait Fenomena Aphelion

 

“Ini terjadi karena lintasan Bulan mengelilingi Bumi tidak bulat sempurna, agak elips (lonjong),” jelasnya.

Saat supermoon, Bulan purnama menjadi terlihat lebih besar, lebih dekat, dan lebih terang.

 

Baca juga: Fenomena Air Sumur Mendidih Ditemukan di Mamuju Sulawesi Barat

 

Ia menambahkan, hal itu membuat seluruh permukaan Bulan yang menghadap Bumi memantulkan sinar matahari.

“Bulan purnama terjadi ketika Bulan tepat berseberangan dengan Matahari, Bumi di antara keduanya,” terang Clara.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved