Sains
Siap-siap! Bakal Ada Fenomena Supermoon 1 Agustus 2023, Ini Penjelasan BRIN
Masyarakat dapat menyaksikannya dengan mata telanjang, dan fenomena ini akan terlihat sepanjang malam.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/semeru_20171209_115043.jpg)
“Untuk tahun 2023 ini, supermoon akan terjadi di 3 Juli, 1 Agustus, 31 Agustus, dan 29 September,” ungkapnya.
"Tetapi mungkin akan ada perubahan pada pasang surut air laut,” kata dia.
Lebih lanjut, Clara juga menjelaskan bagaimana fenomena supermoon ini bisa terjadi.
Baca juga: BMKG Sebut Suhu Dingin di Toraja Tidak Terkait Fenomena Aphelion
“Ini terjadi karena lintasan Bulan mengelilingi Bumi tidak bulat sempurna, agak elips (lonjong),” jelasnya.
Saat supermoon, Bulan purnama menjadi terlihat lebih besar, lebih dekat, dan lebih terang.
Baca juga: Fenomena Air Sumur Mendidih Ditemukan di Mamuju Sulawesi Barat
Ia menambahkan, hal itu membuat seluruh permukaan Bulan yang menghadap Bumi memantulkan sinar matahari.
“Bulan purnama terjadi ketika Bulan tepat berseberangan dengan Matahari, Bumi di antara keduanya,” terang Clara.
(*)