Jumat, 24 April 2026

Dugaan Korupsi Basarnas

Heboh Polemik Kepala Basarnas Ditangkap KPK, Jokowi: Masalah Koordinasi

Jokowi menyebut, setiap aparat penegak hukum memiliki kewenangannya masing-masing dalam menangani sebuah kasus.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Heboh Polemik Kepala Basarnas Ditangkap KPK, Jokowi: Masalah Koordinasi
tangkapan layar
Presiden Joko Widodo. 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara ihwal polemik penanganan dugaan korupsi yang menyeret Kepala Basarnas Marsekal Madya Henri Alfiandi.

Menurut dia, masalah itu terjadi lantaran kurangnya koordinasi antar lembaga negara seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan TNI. 

Diketahui KPK menetapkan Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi dan menangkap tangan bawahannya, Letkol (Adm) TNI Afri Budi Cahyanto yang menjadi tersangka kasus dugaan suap dari vendor proyek di Basarnas.

 

 

“Ya itu menurut saya masalah koordinasi ya," kata Jokowi dalam peresmian Sodetan Ciliwung di Jakarta Timur, Senin (31/7/2023) dikutip Kompas.com.

Jokowi menyebut, setiap aparat penegak hukum memiliki kewenangannya masing-masing dalam menangani sebuah kasus. 

"Masalah koordinasi yang harus dilakukan. Semua instansi. Sesuai dengan kewenangan masing-masing, menurut aturan, udah," ujarnya.

 

Baca juga: BERITA Hits: Mabes TNI Ambil Alih Kasus OTT Kepala Basarnas, Penyidik KPK Mundur

 

Ia menilai bila koordinasi dilakukan secara baik, masalah tersebut bisa segera rampung. 

"Kalau itu dilakukan, rampung," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta agar perdebatan kasus dugaan suap di Basarnas tidak diperpanjang.

 

Baca juga: TNI Keberatan Penetapan Status Tersangka Kasus Suap Kepada Kepala Basarnas, KPK Minta Maaf

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved