Virus ASF Masuk Toraja
Warga Toraja Utara Temukan Bangkai Babi di Sungai, Pemkab: Harusnya Dikubur!
Kondisi babi tersebut, tutur Ari, sudah dalam keadaan membusuk dan dikerubungi lalat. Ia mengatakan tidak mengetahui sudah berapa lama ternak babi...
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/bangkai-babi-rantepao-1862023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Warga Ba'lele, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara menemukan bangkai seekor babi mengapung di sungai.
Salah satu warga sekitar, Ari (18) mengaku menemukan bangkai ternak babi tersebut di belakang hotel Luta, Rantepao, Minggu (18/6/2023) siang Wita.
"Iya, saat saya lewat kebelakang dapur rumah teman saya, saya lihat dengan jelas seekor bangkai babi tersebut," ujar Ari kepada Tribun Toraja.
Kondisi babi tersebut, tutur Ari, sudah dalam keadaan membusuk dan dikerubungi lalat.
Ia mengatakan tidak mengetahui sudah berapa lama ternak babi tersebut sudah di sungai.
"Sepertinya aliran sungai yang membawa, mungkin dibuang jauh dari lokasi ini atau dekat, saya tidak bisa pastikan," tuturnya.
Baca juga: Ribuan Babi di Polman Sulbar Mati Karena ASF, Warning Untuk Toraja
Padahal, Toraja Utara masuk dalam zona merah virus African Swine Fever (ASF).
Diketahui, hingga hari ini sudah ribuan ternak mati akibat virus ASF ini.
Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong mengatakan kepada Tribun Toraja beberapa waktu lalu, pihaknya sudah mengeluarkan edaran.
Baca juga: Cegah Peredaran Babi dari Luar Ke Toraja, Polres Torut Tunggu Koordinasi dari Pemda