Waspada Penyakit Latto-latto yang Menyerang Sapi dan Kerbau, Ini Cara Pencegahannya
Tanda-tanda lainnya, sambung dia, ialah hewan menunjukkan kepincangan, kekurusan, dan khusus untuk sapi perah, akan terjadi penghentian produksi susu.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-penyakit-latto-latto-lsd-sapi-kerbau-2452023.jpg)
Widya menyarankan agar sapi dapat diberi antibiotik untuk mengurangi infeksi. Kemudian, sapi atau kerbau yang terserang penyakit LSD juga bisa diberi obat pengurang rasa sakit agar tetap mau makan.
Sapi dan kerbau yang terserang LSD bisa sembuh apabila dalam kondisi baik dan tidak tampak sakit parah.
“Tersedia vaksin untuk mencegah, tapi ini untuk sapi yang tidak terinfeksi oleh virus Lumpy Skin Disease," katanya.
Baca juga: GALERI FOTO - Tedong: Simbol, Status, Jenis, dan Harga Kerbau dalam Budaya Toraja
Untuk mengantisipasi penularan LSD, agar tidak semakin menyebar, ia menyarankan vaksinasi bagi hewan yang sehat.
Selain itu, sejumlah upaya lain juga bisa dilakukan untuk mencegah penularan. Di antaranya menjaga kebersihan kandang dan memberantas serangga penular seperti nyamuk, kutu, dan caplak.
Ia juga menyarankan adanya pengawasan lalu-lintas ternak untuk mencegah masuknya hewan sakit ke daerah lain.
Virus juga dapat dibersihkan dengan beberapa larutan, di antaranya ether (20 persen), kloroform, formalin (1 persen), fenol (2 persen selama 15 menit), natrium hipoklorit (2-3 persen), senyawa yodium (pengenceran 1:33), dan senyawa amonium kuaterner ( 0,5 persen).
(*)