Ramadan 2023
Penderita Maag Boleh Ikut Puasa? Ini Penjelasan Dokter
Ari mengatakan, pada minggu kedua berpuasa, lambung sudah akan terbiasa dengan kondisi kekosongan selama beberapa jam.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Maag-akut.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Bulan puasa akan tiba sebentar lagi.
Diketahui, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1444 H akan jatuh pada Kamis 23 Maret 2023 mendatang.
Meski demikian, Kementerian Agama RI baru akan menentukan 1 Ramadan 1444 H di Indonesia pada sidang isbat nantinya.
Selama bulan Ramadan, setiap Muslim diwajibkan untuk berpuasa, yakni menahan lapar, dahaga, amarah, dan nafsu, sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Puasa telah lama dikenal memiliki manfaat positif bagi tubuh, antara lain membantu menurunkan berat badan, memberi waktu bagi sistem pencernaan untuk membersihkan diri, serta meremajakan sel-sel kekebalan tubuh.
Kendati demikian, bagi penderita penyakit maag, ada kekhawatiran bahwa keharusan untuk tidak makan selama sehari penuh dapat menyebatkan sakit tersebut kumat.
Baca juga: Pemerintah Impor 100 Ribu Ton Daging Kerbau Beku Asal India Jelang Ramadan 2023
Bolehkah Penderita Maag Berpuasa?
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, Ari Fahrial Syam mengatakan, penderita penyakit maag boleh berpuasa.
Namun, Ari mengatakan, pada minggu pertama menjalankan puasa, memang akan timbul rasa tidak nyaman pada lambung.
"Dalam minggu-minggu pertama, semua orang, apalagi yang sakit maag, ini adalah masa-masa yang memang perlu 'perjuangan', penyesuaian-lah istilahnya," kata Ari, dikutip dari tayangan YouTube KompasTV, Kamis (2/3/2023).
Baca juga: Bulan Puasa Sebentar Lagi, Ini Dia Tips Kuat Tahan Lapar Tanpa Takut Kekurangan Nutrisi