Sains
Kenapa Bisa Terjadi Fenomena Hujan Es? Ini Penjelasan LAPAN
Hujan deras disertai butiran es sebesar biji jagung sempat melanda daerah Sesean Suloara, Toraja Utara.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-fenomena-hujan-es-132023.jpg)
Dapat Rusak Bangunan
Hujan es bisa sangat merusak objek-objek di bumi seperti bangunan sampai tanaman.
Kecepatan luncurnya yang cepat dapat menghasilkan benturan kuat.
Lebih berbahaya lagi apabila es yang sampai ke permukaan bumi ukurannya masih cukup besar.
Pernah terjadi hujan es yang memiliki ukuran sekitar 15 cm selama badai petir di Middle West Amerika Serikat.
Dan, hujan es palng sering terjadi di wilayah-wilayah pada garis lintang tengah dengan durasi sekira 15 menit.
Umumnya terjadi pada sore hingga petang.
Meski demikian, hujan es bisa terjadi pada wilayah tropis yang hangat seperti di Indonesia.
Pada kasus di Indonesia, hujan es terjadi apabila batu yang es yang turun bersifat kering dan punya ukuran cukup besar sewaktu keluar dari dasar awan.
Baca juga: Pemkot Makassar Gelontorkan Rp 115 Miliar Tahun 2023 Demi Tangani Banjir
Jenis Hujan Es
Berdasarkan ukurannya, hujan es bisa dibedakan menjadi tiga jenis yaitu soft hail, small hail, hailstone.
1. Soft hail adalah hujan es dengan bulatan es berdiameter sektar 6 mm.
Es in gampang hancur seperti salju dan tidak begitu padat.
2. Small hail adalah hujan es dengan butiran es berukuran seperti soft hail namun lebih padat karena air hujan membeku dengan cepat.
3. Hailstone merupakan hujan es dengan diameter butiran lebih dari 5 mm.
Hailstone umumnya diikuti dengan badai.
(*)