Senin, 18 Mei 2026

Dedy Umumkan Bantuan Pertanian untuk Toraja Utara Tahun 2026

Di hadapan peserta High Level Meeting, Dedy turut menyinggung kondisi anggaran daerah yang mengalami pemotongan.

Tayang:
zoom-inlihat foto Dedy Umumkan Bantuan Pertanian untuk Toraja Utara Tahun 2026
Tribun Toraja/Lilianti Ariyani Saalino
BANTUAN PERTANIAN - Pemkab Toraja Utara menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Art Center, Alun-alun Rantepao, Toraja Utara, Rabu (10/12/2025). 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO – Bupati Toraja Utara, Frederick Victor Palimbong yang akrab disapa Dedy, mengumumkan serangkaian bantuan sektor pertanian yang akan diterima Toraja Utara pada tahun 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar di Art Center, Alun-alun Rantepao, Rabu (10/12/2025).

Dalam forum yang dihadiri Forkopimda, perwakilan Kejaksaan Cabang, kepala OPD, camat, lurah, dan kepala lembang itu, Dedy menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat tahun depan menjadi dorongan penting bagi penguatan ekonomi wilayah.

Dedy merinci bahwa Toraja Utara akan memperoleh bantuan dari Kementerian Pertanian berupa pembangunan 15 unit jalan usaha tani, 38 unit jaringan irigasi komersial, serta bantuan penanaman kopi seluas 1.043 hektare lengkap dengan bibit dan pupuk.

“Bantuan ini kita pastikan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas petani dan penguatan ketahanan pangan daerah,” ujar Dedy di hadapan peserta rapat.

Selain bantuan pertanian, Dedy juga mengumumkan bahwa Hak Pengelolaan Pasar (HPR) Pasar Bolu telah resmi diserahkan Kabupaten Tana Toraja kepada Toraja Utara, sehingga pengelolaan sepenuhnya kini berada di tangan Pemkab Toraja Utara.

Di hadapan peserta High Level Meeting, Dedy turut menyinggung kondisi anggaran daerah yang mengalami pemotongan.

Namun ia menegaskan pemotongan tersebut tidak akan menghambat program prioritas karena pemerintah daerah masih memiliki sumber pembiayaan lain yang dapat dioptimalkan.

“Tahun 2026, walaupun uang jajan kita dikurangi Rp139 miliar, tetapi kita bisa memutar uang lebih dari Rp400 miliar untuk dimanfaatkan,” ujarnya.

Melalui pertemuan TPID dan TP2DD ini, Pemkab Toraja Utara berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi dalam mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mempercepat digitalisasi layanan publik demi kesejahteraan masyarakat.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved