Senin, 18 Mei 2026

Sains

Ada Fenomena Cold Moon Malam Ini 4 Desember 2025, Jadi Supermoon Terakhir Tahun Ini

Cold Moon yang juga merupakan supermoon terakhir tahun 2025 mencapai puncaknya pada 4 Desember. Simak penjelasan dan tips melihat fenomena ini.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Ada Fenomena Cold Moon Malam Ini 4 Desember 2025, Jadi Supermoon Terakhir Tahun Ini
CNET
FENOMENA COLD MOON - Ilustrasi. Cold Moon yang juga merupakan supermoon terakhir tahun 2025 mencapai puncaknya pada 4 Desember. Simak penjelasan dan tips melihat fenomena ini. 

TRIBUNTORAJA.COM – Fenomena langit cold moon mencapai puncaknya pada Kamis (4/12/2025).

Peristiwa ini sekaligus menjadi supermoon terakhir yang dapat diamati sepanjang tahun 2025.

Supermoon terjadi ketika bulan purnama bertepatan dengan posisi Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi (perige).

 

 

Di Indonesia, fenomena tersebut dikenal sebagai bulan purnama perige.

Sementara itu, cold moon merupakan sebutan untuk bulan purnama yang muncul setiap bulan Desember, bulan terakhir dalam satu tahun.

Menurut keterangan yang dimuat di laman NASA, cold moon dinamakan demikian karena terjadi pada awal memasuki musim dingin di belahan Bumi utara.

Tahun ini, cold moon mencapai fase purnamanya pada pukul 18.14 EST atau sekitar pukul 06.14 WIB pada 5 Desember 2025.

Cold moon kali ini menjadi supermoon ketiga sekaligus yang terakhir pada 2025, dan baru akan kembali terjadi pada November 2026.

 

Baca juga: Fenomena Supermoon Terangi Langit Malam Ini, Bulan Berada di Titik Terdekat dengan Bumi

 

Cara Melihat Cold Moon 4 Desember 2025

  1. Pilih lokasi terbuka dan minim polusi cahaya
    Untuk mendapatkan tampilan paling jelas, pilih area dengan cakupan langit luas seperti lapangan, pesisir pantai, puncak bukit, atau atap bangunan tanpa halangan. Hindari kawasan dengan cahaya buatan berlebih, karena polusi cahaya dapat mengurangi kejernihan pandangan.
  2. Gunakan perangkat bantu
    Fenomena ini dapat diamati langsung tanpa alat, namun penggunaan teropong atau teleskop kecil akan membantu menampilkan detail permukaan Bulan. Kamera DSLR atau ponsel dengan mode malam juga dapat digunakan untuk mengabadikan momen, terutama saat Bulan baru terbit dan berwarna oranye kemerahan.
  3. Cek kondisi cuaca
    Langit cerah menjadi faktor penting. Pastikan tidak ada liputan awan tebal yang menghalangi pengamatan. Prakiraan cuaca dapat dipantau melalui BMKG atau aplikasi cuaca pada ponsel.
    Fenomena cold moon yang sekaligus menjadi supermoon terakhir tahun ini menjadi kesempatan langka bagi masyarakat yang ingin mengamatinya secara langsung.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved