Rabu, 22 April 2026

Pakar Ingatkan Peran Orangtua Sangat Penting Saat Anak Menggunakan Media Sosial

Sejumlah pakar menegaskan media sosial tidak selalu berdampak buruk bagi anak, asalkan ada pendampingan orangtua. Pengasuhan permisif dinilai...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Pakar Ingatkan Peran Orangtua Sangat Penting Saat Anak Menggunakan Media Sosial
Tribun Toraja
BAHAYA MEDIA SOSIAL - Foto ilustrasi dibuat dengan bantuan AI. Sejumlah pakar menegaskan media sosial tidak selalu berdampak buruk bagi anak, asalkan ada pendampingan orangtua. Pengasuhan permisif dinilai dapat memicu masalah emosi dan kognitif. 

TRIBUNTORAJA.COM – Media sosial kerap dianggap membawa dampak negatif bagi anak dan remaja, terlebih setelah insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta yang melukai 96 orang.

Namun, Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti, menekankan bahwa media sosial hanyalah alat yang bisa berdampak baik maupun buruk, tergantung penggunanya.

“Pisau bisa jadi menghasilkan makanan enak, bisa jadi alat pembunuh. Kalau dalam konteks media sosial anak-anak dan remaja, konektivitas dan peran orangtua menjadi penting,” ujarnya di Kantor Google Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025).

 

 

Psikolog dan Ketua Bidang E Himpunan Psikologi Indonesia, Samanta Elsener MPsi, menambahkan bahwa pengasuhan permisif berpotensi membuat media sosial menjadi lebih berbahaya bagi anak.

“Ketika orangtua punya pengasuhan yang permisif, terlalu mengizinkan apa pun sama anak atau justru neglect terhadap kebutuhan emosional anak-anak, itu nanti berpengaruh terhadap perkembangan emosi anak,” katanya.

Menurut Samanta, anak yang kurang mendapatkan dukungan emosional cenderung mengalami masalah dalam regulasi emosi.

 

Baca juga: Google Luncurkan Gemini 3, Model AI Tercanggih dan Diklaim Lampaui GPT-5

 

Kondisi ini berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif, seperti yang diungkapkan dr Zulvia Oktanida Syarif SpKJ (PDSKJI).

“Kami melihat adanya hendaya pada fungsi kognitif pada remaja... daya pikirnya, memori, konsentrasi, kemampuan pengambilan keputusan, dan pengendalian impuls, ternyata rendah,” jelas dr. Vivi.

Pada tahun ini, PDSKJI meneliti 624 remaja berusia 13–24 tahun menggunakan Alat Ukur Fungsi Eksekutif Indonesia (AUFEI).

 

Baca juga: Cara Bikin Foto Pinterest Mood Board Estetik OOTD di Gemini AI

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved