Bencana Dahsyat Sumatera, Cak Imin Minta Bahlil, Raja Juli dan Hanif “Tobat”
Hal itu disampaikan Cak Imin saat membuka Workshop Kepala Sekolah SMK Program SMK Go Global di Bandung, Senin (1/12/25).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/muhaimin-iskandar-cak-imin-742024.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin mengeluarkan pernyataan tegas menyusul banjir besar dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia mengaku telah berkirim surat kepada tiga menteri sekaligus, yaitu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurrofiq.
Isi surat itu, kata Cak Imin, merupakan ajakan untuk tobat dengan melakukan evaluasi total seluruh kebijakan dan langkah pemerintah yang dinilai turut berkontribusi terhadap kerentanan bencana di Indonesia.
Hal itu disampaikan Cak Imin saat membuka Workshop Kepala Sekolah SMK Program SMK Go Global di Bandung, Senin (1/12/25).
Menurut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, tobat yang ia maksud merujuk pada konsep taubat nasuha dalam tradisi Nahdlatul Ulama.
Yaitu sebuah proses introspeksi mendalam yang menuntut perubahan cara berpikir, bertindak, dan merumuskan kebijakan, terutama terkait pengelolaan lingkungan.
“Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri,” tegas Cak Imin di hadapan para peserta workshop.
Ia menilai bahwa serangkaian banjir besar di Sumatera merupakan alarm keras bagi pemerintah untuk menghentikan praktik yang merusak ekosistem dan memperparah risiko bencana.
Karena itu, ia meminta ketiga menteri tersebut membuka ruang evaluasi dan melakukan koreksi kebijakan secara menyeluruh.
“Semoga saudara-saudara kita yang saat ini tertimpa musibah segera mendapatkan bantuan, dan keluarga mereka diberi kekuatan serta kesabaran,” ujarnya.
Update Korban
Melansir Kompas.com, upaya penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera terus dikebut oleh tim gabungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, serta berbagai unsur lainnya.
Hingga Selasa (2/12/2025) sore, BNPB mencatat 708 orang meninggal dunia dan 499 orang masih hilang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa operasi pencarian dan pertolongan digelar paralel dengan pembukaan akses jalan, perbaikan jaringan komunikasi, serta percepatan distribusi logistik ke wilayah yang masih terisolasi.
“Sore ini, berdasarkan hasil pencarian dan pertolongan, jumlah warga meninggal dunia 708 jiwa dan 499 jiwa masih dilaporkan hilang,” kata Muhari dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB, Selasa (2/12/2025).
| Update Korban Banjir dan Longsor Sumatera Hingga 4 Desember: 836 Orang Meninggal, 518 Masih Hilang |
|
|---|
| MUI Desak Pemerintah Tetapkan Banjir dan Longsor di Sumatera sebagai Bencana Nasional |
|
|---|
| Mentan Pastikan Stok Beras di Daerah Bencana Sumatra Aman dan Tersalurkan Tepat Waktu |
|
|---|
| Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Saya Sudah Cabut Banyak Izin Tambang |
|
|---|
| Beberapa Jam Lagi Jabatan Taufan Pawe Berakhir, Bahlil Belum Tunjuk Plt Ketua Golkar Sulsel |
|
|---|