Dalang Bom Bali 2002, Hambali Bakal Jalani Sidang di AS Bulan Depan
Dalang Bom Bali 2002, Encep Nurjaman alias Hambali, dijadwalkan menjalani sidang di pengadilan militer Amerika Serikat pada November 2025.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Enc3rrr.jpg)
Sebaliknya, ia membawa paspor Spanyol dan Thailand, yang membuat statusnya sebagai warga negara Indonesia (WNI) diragukan.
“Hambali ditangkap tidak menunjukkan paspor Indonesia, tetapi paspor Spanyol dan Thailand,” kata Yusril dalam pernyataannya pada Juni lalu.
“Hingga kini, kita belum memperoleh data yang sahih dan dokumen resmi yang membuktikan statusnya sebagai Warga Negara Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: Terungkap Pelaku Teror Bom di Saudia Airlines yang Bawa 442 Jamaah Haji Indonesia
Yusril menjelaskan, status tersebut menyulitkan pemerintah Indonesia untuk menentukan sikap diplomatik terhadap proses hukum Hambali di luar negeri.
Ia menegaskan, Indonesia tidak mengenal dwi kewarganegaraan.
“Jika ada WNI yang dengan sadar menjadi warga negara lain dan memegang paspor negara lain, maka status kewarganegaraan Indonesianya otomatis gugur sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” kata Yusril.
Baca juga: Teror Paket Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Kantor Tempo, Istana: Jangan Dibesar-besarkan
Hambali disebut sebagai salah satu tokoh penting jaringan Jemaah Islamiyah (JI), organisasi yang berafiliasi dengan Al-Qaeda dan bertanggung jawab atas serangkaian aksi teror di Asia Tenggara, termasuk Bom Bali 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang, sebagian besar warga negara asing.
Selama lebih dari 20 tahun, Hambali menjadi simbol teror yang menembus batas negara dan generasi.
Kini, dengan rencana persidangan yang akan digelar di Amerika Serikat, publik internasional menantikan apakah keadilan bagi para korban Bom Bali akhirnya dapat ditegakkan.
(*)
| Apple Lakukan PHK di Divisi Penjualan, Gelombang PHK di Industri Teknologi Berlanjut |
|
|---|
| Ngaku Fans Berat Jackie Chan, Presiden AS Donald Trump Minta Film 'Rush Hour 4' Segera Diproduksi |
|
|---|
| Donald Trump Puji Prabowo Subianto di KTT Gaza: Sosok yang Luar Biasa |
|
|---|
| Senator AS Ted Cruz Tuduh Pemerintah Nigeria Biarkan Pembantaian terhadap Umat Kristen |
|
|---|
| Waspada Modus Baru Penipuan Share Screen WhatsApp, Ini Penjelasan FBI |
|
|---|