Sekda Tana Toraja: Pernyataan Camat Bittuang Soal Geothermal Bukan Sikap Pemkab
ia menilai pernyataan camat tersebut bukan bentuk intimidasi kepada masyarakat, melainkan lebih pada kesimpulan
Penulis: Anastasya Saidong Ridwan | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Sekretaris-Daerah-Sekda-Kabupaten-Tana-Toraja-Rudhy-Andi-Lolo-33.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tana Toraja, Rudhy Andi Lolo, angkat bicara terkait pernyataan Camat Bittuang, Abigael Misalayuk yang viral di media sosial terkait proyek geothermal.
Rudhy menegaskan bahwa penyampaian pendapat pribadi di muka umum oleh seorang pejabat tidak dibenarkan jika tidak didasarkan pada aturan atau kebijakan resmi pemerintah.
“Menyampaikan pendapat pribadi di muka umum itu adalah suatu pelanggaran, karena tidak merupakan suatu ketentuan atau aturan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Bupati Tana Toraja, Senin (16/3/2026).
Meski demikian, ia menilai pernyataan camat tersebut bukan bentuk intimidasi kepada masyarakat, melainkan lebih pada kesimpulan yang disampaikan terlalu cepat tanpa dasar yang jelas.
“Saya rasa yang disampaikan camat bukan intimidasi, tapi intinya terlalu cepat mengambil kesimpulan yang tidak ada dasarnya,” tambahnya.
Rudhy juga menegaskan pentingnya klarifikasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Ia menekankan bahwa pernyataan tersebut bukan merupakan sikap resmi Pemerintah Kabupaten Tana Toraja karena tidak didukung aturan yang berlaku.
“Perlu diklarifikasi kepada masyarakat bahwa itu bukan pernyataan resmi dari pemerintah kabupaten, karena tidak ada aturan-aturan yang mendukung itu,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, pernyataan Camat Bittuang Abigael Misalayuk terkait rencana proyek geothermal di Kecamatan Bittuang viral setelah video sambutannya beredar luas di media sosial.
Video tersebut diunggah akun Facebook Yotan Trija, yang merekam pernyataan camat dalam sebuah acara duka, sebelum aksi unjuk rasa penolakan geothermal pada Jumat (13/3/2026).
Dalam video itu, Abigael menyebut bahwa rencana pengembangan geothermal tidak perlu ditakuti.
Ia juga menyinggung luas wilayah kerja panas bumi sekitar 13 ribu hektare yang menurutnya masih sebatas survei bawah tanah.
Selain itu, ia meminta masyarakat tidak langsung menolak sebelum mengetahui tahapan proyek secara menyeluruh, serta menyinggung isu bantuan sosial yang disebutnya tidak berkaitan dengan sikap masyarakat terhadap proyek tersebut.
Meski telah diluruskan, pernyataan tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat setelah viral di media sosial.(*)
| Dapur MBG di Bittuang Tana Toraja Dekat Kandang Ayam, Bau dan Banyak Lalat |
|
|---|
| Bukan Hanya Bittuang, Proyek Geothermal Juga Akan Dibangun di Sangalla Tana Toraja |
|
|---|
| Camat Bittuang Imbau Warga Tak Khawatir Proyek Geothermal, Pernyataannya Viral di Media Sosial |
|
|---|
| Terkait Proyek Geothermal, Masyarakat Adat Balla Sebut Pemkab Tana Toraja Tak Paham Wilayah Sendiri |
|
|---|
| Pemkab Tana Toraja Janji Sampaikan Penolakan Proyek Geothermal ke Kementerian ESDM |
|
|---|