Hendrik Kala Timang Dilantik Sebagai Ketua IDI Toraja Utara Periode 2025-2028
Pelantikan ditandai dengan pembacaan surat keputusan, naskah pelantikan, serta pengambilan sumpah dan janji pengurus.
Penulis: Anastasya Saidong Ridwan | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/idi-toraja-utara4.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Toraja Utara periode 2025-2028 resmi dilantik dengan menetapkan dr Hendrik Kala Timang sebagai ketua masa bakti 2025-2028.
Pelantikan berlangsung di Hotel Misliana, Pango-pango Room lantai 2, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin (26/1/2026).
Prosesi pelantikan dilakukan oleh Ketua IDI Wilayah Sulawesi Selatan, Dr. dr. Siswanto Wahab, yang diwakili oleh Wakil Ketua II IDI Sulsel, Dr. dr. Bachtiar Baso.
Pelantikan ditandai dengan pembacaan surat keputusan, naskah pelantikan, serta pengambilan sumpah dan janji pengurus.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara dr Ramen, Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Makale, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua IDI Cabang Toraja Utara dr. Hendrik Kala Timang menyoroti sejumlah tantangan pelayanan kesehatan, khususnya keterbatasan anggaran yang berdampak pada aktivitas pelayanan dokter di puskesmas.
“Keterbatasan dana saat ini membuat kegiatan turun ke puskesmas tidak seperti dulu. Namun kami berharap ke depan ada peningkatan untuk pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pengurus IDI Cabang Toraja Utara tetap bekerja dengan baik dan solid dalam menjalankan organisasi, serta mendorong adanya perbaikan dan pembaharuan fasilitas puskesmas di Toraja Utara.
“Kami berharap tidak ada persaingan maupun gontok-gontokan di internal. Semua harus saling mendukung demi pelayanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Terkait kehadiran rumah sakit pemerintah daerah, dr Hendrik menegaskan agar tidak dipandang sebagai pesaing, melainkan sebagai mitra dalam pelayanan kesehatan.
“Seperti yang disampaikan Bupati, dengan adanya RS Pemda jangan dianggap sebagai saingan, tetapi sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Kita berharap dengan hadirnya RS Pongtiku, rujukan ke Makassar bisa semakin berkurang,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara, dr. Ramen, dalam sambutannya menekankan pentingnya mengembalikan peran dan fungsi IDI dalam pelayanan kesehatan, khususnya di tingkat puskesmas.
“Peran IDI sangat penting dalam pelayanan kesehatan, terutama di puskesmas. Kami dari Dinas Kesehatan menyadari masih banyak kekurangan, baik dari sisi pelayanan maupun di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga dokter di Toraja Utara masih cukup besar.
Oleh karena itu, pihaknya akan mengusulkan penambahan tenaga dokter, termasuk melalui formasi CPNS ke depan.
| Susunan Pengurus IDI Cabang Toraja Utara Periode 2025-2028 |
|
|---|
| Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Gangguan Menstruasi |
|
|---|
| Akhirnya, Dokter Asing Diizinkan Buka Praktek di Indonesia |
|
|---|
| Dokter Helmiyadi Meninggal Dunia di Mamuju Akibat Serangan Jantung, IDI Beri Penghargaan |
|
|---|
| 5 Tahun Jadi Dokter Gadungan di Bekasi, Begini Motif Sunaryanto |
|
|---|