Selasa, 14 April 2026

Harga Kopi Olahan di Pasar Bolu Rantepao Tembus Rp130 Ribu per Kilogram

Tak hanya melayani pembeli lokal, Ardi mengaku pesanan kopinya datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.

Tayang:
zoom-inlihat foto Harga Kopi Olahan di Pasar Bolu Rantepao Tembus Rp130 Ribu per Kilogram
Tribun Toraja/anastasya
KOPI TORAJA - Pedagang Kopi Toraja, Jumardin saat menimbang kopi jualannya, di samping itu pembeli sedang memilih ukuran kopi, Rabu (21/1/2026), Lapak tersebut berada di Pasar Bolu, Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Saat ini harga Kopi Toraja dihargai Rp130 ribu perkilogram. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Harga kopi olahan di Pasar Bolu, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, pada Rabu (21/1/2026), tercatat berada di kisaran Rp130 ribu per kilogram.

Harga tersebut berlaku untuk kopi yang telah melalui proses pengolahan dan siap dikonsumsi.

Salah seorang pedagang kopi di Pasar Bolu, Jumardin atau akrab disapa Ardi, menjelaskan bahwa harga kopi mentah yang ia peroleh langsung dari pengepul saat ini berada pada kisaran Rp68 ribu hingga Rp76 ribu per kilogram, tergantung kualitas dan jenis kopi.

“Kalau penjualan, bulan Desember kemarin lumayan ramai pembeli. Dibandingkan bulan Januari, Desember memang lebih meningkat,” ujar Ardi saat ditemui di lapak penjualannya.

Menurut Ardi, pergerakan harga kopi sangat dipengaruhi oleh musim panen.

Saat panen raya, pasokan melimpah sehingga harga cenderung turun.

Sebaliknya, di luar musim panen harga kopi biasanya mengalami kenaikan.

“Kalau harga paling tinggi itu pernah sampai Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram pada tahun 2025,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan proses pengolahan kopi yang memengaruhi harga jual.

Dari sekitar 10 kilogram kopi mentah, setelah melalui proses roasting dan pengolahan, hasilnya menyusut menjadi kurang lebih 3 kilogram kopi siap jual.

Penyusutan tersebut dipengaruhi oleh tingkat kematangan dan kadar roasting.

Tak hanya melayani pembeli lokal, Ardi mengaku pesanan kopinya datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.

“Pesanan bukan cuma dari Toraja, tapi juga dari luar daerah seperti Kalimantan dan Papua. Pernah juga kirim ke Malaysia, bahkan pernah dapat pesanan sampai 90 kilogram,” katanya.

Selain kopi, Ardi turut menjual bubuk kedelai dengan harga Rp70 ribu per kilogram.

Usaha penjualan kopi ini telah ia jalani sejak tahun 2019, melanjutkan usaha keluarga yang sebelumnya dirintis oleh pamannya.

Untuk pemesanan, Ardi melayani sistem pembayaran melalui transfer, sementara biaya pengiriman ditanggung oleh pembeli.

Pantauan di lokasi menunjukkan lapak milik Ardi cukup ramai dikunjungi pembeli.

Berbagai kemasan plastik bertuliskan “Kopi Toraja” tertata rapi di lapak, berdampingan dengan bubuk kedelai dan jajanan tradisional jipang.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved