Senin, 18 Mei 2026

Upacara Pagi Ceria Awali Hari Pertama Sekolah di SMK Negeri 1 Makale Tana Toraja

Meski menjadi hari pertama masuk sekolah, masih terlihat sejumlah siswa datang terlambat. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Upacara Pagi Ceria Awali Hari Pertama Sekolah di SMK Negeri 1 Makale Tana Toraja
Tribun Toraja/Anastasya Saidong Ridwan
HARI PERTAMA - Siswa siswi SMK Negeri 1 Tana Toraja yang berlokasi di Kelurahan Sarira, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, berbaris rapi mengikuti upacara bendera yang dilaksanakan pada Senin (5/1/2026). Ini adalah pertama masuk sekolah usai Libur Natal dan Tahun Baru. 

TRIBUNTORAJA,COM, MAKALE - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 berakhir.

Aktivitas belajar mengajar dimulai kembali. 

Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Makale, yang berlokasi di Kelurahan Sarira, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, siswa mengawali hari pertama masuk sekolah dengan melaksanakan upacara bendera, Senin (5/1/2026).

Pantauan di lokasi, sejak pagi hari para siswa terlihat datang ke sekolah dengan wajah ceria. 

Di halaman, mereka berbaris rapi mengikuti upacara bendera perdana di tahun 2026. 

Sementara para guru berjejer menghadap barisan siswa.

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala SMK Negeri 1 Tana Toraja, Oktovianus Tonapa Ganna, selaku pembina upacara. 

Meski menjadi hari pertama masuk sekolah, masih terlihat sejumlah siswa datang terlambat. 

Namun kondisi tersebut masih dimaklumi oleh pihak sekolah.

Usai pelaksanaan upacara, suasana keakraban terlihat saat para siswa bersalaman dengan jajaran guru untuk mengucapkan selamat tahun baru. 

Bahkan, salah seorang guru terdengar menyemangati siswa dengan teriakan bernada ceria.

Oktovianus menjelaskan bahwa hari pertama masuk sekolah ini juga ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai hari “Pagi Ceria”. 

Ia menyebutkan, tingkat kehadiran guru pada hari pertama mencapai sekitar 80 persen.

“Untuk guru yang hadir hari ini sekitar 80 persen sudah ikut ke lapangan. Sedangkan kehadiran siswa baru sekitar 60 persen,” ujarnya.

Menurutnya, belum maksimalnya kehadiran siswa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya karena siswa kelas XII belum sempat masuk sekolah lantaran baru menyelesaikan kegiatan penarikan praktik di lapangan yang berlangsung selama enam bulan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved