Pemkab Tana Toraja Tanam 150 Ribu Bibit Kopi Arabika di Makale
tanaman kopi yang telah menua perlu diremajakan agar produktivitas dan kualitas hasil panen tetap terjaga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/tanam-kopi-zadrak.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja terus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ekonomi daerah.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penanaman 150 ribu bibit kopi Arabika varietas Lini S 795 di Parita Pangle, Lingkungan Tuan, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale, Jumat (12/12/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Peremajaan Kopi Arabika seluas 150 hektare yang didanai melalui Anggaran Biaya Tambahan Tahun 2025.
Melansir tanatorajakab.go.id, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas kopi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di wilayah Tana Toraja.
Penanaman bibit kopi ini dihadiri langsung oleh Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg, Ketua TP PKK Erni Yetti Riman, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Direktur CV Indah Irama Bangsa, Camat Makale, Lurah Manggau, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, serta kelompok petani kopi setempat.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan menyampaikan bahwa program peremajaan kopi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kopi Arabika sebagai komoditas unggulan daerah.
Menurutnya, tanaman kopi yang telah menua perlu diremajakan agar produktivitas dan kualitas hasil panen tetap terjaga dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Sementara itu, Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani agar program peremajaan kopi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Ia berharap, penanaman ratusan ribu bibit kopi ini menjadi tonggak baru dalam penguatan sektor pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi para petani kopi di Tana Toraja.
“Program ini tidak akan berhasil tanpa keterlibatan aktif petani dan pendampingan yang berkelanjutan. Pemerintah hadir untuk mendorong, memfasilitasi, dan memastikan kopi Toraja tetap menjadi kebanggaan daerah,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Usai sambutan, Bupati secara resmi membuka kegiatan yang ditandai dengan penanaman bibit kopi secara simbolis bersama Ketua TP PKK, Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Camat Makale, Lurah Manggau, Babinsa, Bhabinkamtibmas, penyuluh pertanian, serta Ketua Kelompok Tani.
Pemkab Tana Toraja berharap program ini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi dan mutu kopi Arabika Toraja yang selama ini telah dikenal hingga mancanegara.
Dengan dukungan semua pemangku kepentingan, sektor kopi diharapkan semakin berdaya saing dan menjadi sumber kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat Tana Toraja.(*)
| Harga Kopi Olahan di Pasar Bolu Rantepao Tembus Rp130 Ribu per Kilogram |
|
|---|
| Petik Kopi, Hirup Kabut Pagi: Landorundun, Desa di Atas Awan di Toraja Utara |
|
|---|
| Pedagang Kopi di Pasar Sentral Makale Tana Toraja Mengeluh Peminat Kopi Toraja Menurun |
|
|---|
| Toraja Terkenal dengan Kopi Arabika Premium, di China Ada Kopi Kecoak Rp100 Ribu per Cangkir |
|
|---|
| 4 Mitos Salah tentang Kopi yang Masih Banyak Dipercaya, Ini Penjelasan Sainsnya |
|
|---|