Bakal Diganti, Apa Bedanya Meteran Token Listrik PLN dan Tipe AMI?
Teknologi ini membawa berbagai keuntungan dalam hal informasi yang lebih komprehensif dan akurasi pengukuran. Selain itu petugas juga tidak lagi...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-pemeliharaan-listrik-PLN.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah mengumumkan rencana ambisius untuk mengganti semua meteran listrik konvensional dengan Advanced Metering Infrastructure (AMI).
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengonfirmasi rencana ini, Senin (11/12/2023).
AMI yang merupakan alat pengukur konsumsi listrik dengan fitur komunikasi dua arah.
Teknologi ini membawa berbagai keuntungan dalam hal informasi yang lebih komprehensif dan akurasi pengukuran.
Selain itu petugas juga tidak lagi mendatangi rumah pelanggan.
"Begitu juga dengan pemutusan dan penyambungan listrik, tidak lagi memerlukan petugas untuk datang ke lokasi," ungkap Darmawan dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: PLN Sebut PLTA Malea Toraja Sudah Beroperasi Maksimal, Pemadaman Bergilir Mulai Berkurang
Keunggulan Sistem AMI
AMI menawarkan sejumlah keuntungan yang signifikan dibandingkan sistem meteran konvensional.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, membeberkan beberapa keunggulan utama AMI.
1. Peningkatan Kinerja