Kamis, 9 April 2026

Luwu Krisis Murid Baru, Banyak Sekolah Dasar Hanya Dapat 4 Murid Baru

Daerah yang paling sedikit murid barunya yaitu yang berada di kawasan terpencil dan pegunungan yang sulit dijangkau.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Luwu Krisis Murid Baru, Banyak Sekolah Dasar Hanya Dapat 4 Murid Baru
ist
Murid SDN 6 Kesu’ di Kelurahan Ba’tan, Kecamatan Kesu, bergembira mendapat bantuan buku bacaan dan alat tulis dari Polres Toraja Utara, Sabtu (2/9/2023). 

TRIBUNTORAJA.COM - Krisis murid baru dialami puluhan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Luwu, Sulsel.

Tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 67 SD di daerah ini masing-masing hanya mendapat belasan murid.

Bahkan ada yang menerima kurang dari 10 murid baru.

SDN 466 Batutitti di Kecamatan Larompong Selatan, hanya menerima tiga murid baru.

SDN 441 Pangi dan SDN 417 Munte masing-masing mendapat empat murid baru.

Kondisi ini tak hanya terjadi di satu atau dua kecamatan, tapi tersebar hampir di seluruh wilayah Luwu.

Daerah yang paling sedikit murid barunya yaitu yang berada di kawasan terpencil dan pegunungan yang sulit dijangkau.

Kepala SDN 42 Buntu Sarek, Nuraini, mengaku hanya menerima empat murid. 

"Saat ini total jumlah murid dari kelas 1 hingga kelas 6 hanya 35 orang," ujar Nuraini yang lokasi sekolahnya berada di Kecamatan Latimojong, kecamatan di wilayah pegunungan Luwu.

Menurutnya, jumlah anak usia sekolah, khususnya usia taman kanak-kanak di wilayah sekitar, juga sangat terbatas.

“Anak usia TK di sini memang sedikit, bahkan satu di antaranya memilih pindah sekolah,” ujarnya.

SDN Buntu Sarek masih menggunakan pendaftaran manual. Meski begitu, prosesnya tetap mengikuti regulasi pemerintah.

Minimnya jumlah murid dikhawatirkan akan berdampak pada efektivitas proses belajar-mengajar serta kelangsungan operasional sekolah di masa mendatang.

Minimnya jumlah peserta didik baru ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya lokasi sekolah berdekatan dengan sekolah-sekolah besar serta jumlah anak usia sekolah yang sedikit di sekitar lingkungan sekolah tersebut.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Luwu, Andi Padlan, Kamis (10/7/25), mengatakan meskipun krisis murid, pihak sekolah tetap melaksanakan proses belajar dan mengajar (PBM) sesuai kalender pendidikan.

Beberapa sekolah juga masih membuka peluang bagi orangtua yang ingin mendaftarkan anaknya meskipun tahun ajaran telah berjalan.

Andi Padlan menyebut pihaknya sedang melakukan monitoring dan evaluasi SPMB 2025 hingga 11 Juli 2025.

Surat resmi telah dikirimkan ke sekolah-sekolah. Dari laporan SPMB, diketahui jalur pendaftar meliputi domisili, afirmasi, dan mutasi.(sauki)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved