Jumlah Pengangguran di Sulsel Naik 8.123 Orang Dalam Setahun
Ia mendorong adanya sinergi lintas instansi, termasuk Dinas Pendidikan dan Dinas Penanaman Modal, untuk menarik investasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/pecat-pemecatan-dipecat-memecat-3012023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Jumlah pengangguran di Sulawesi Selatan (Sulsel) meningkat tajam pada Februari 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat sebanyak 238.800 orang masuk dalam kategori pengangguran.
Angka ini naik 8.123 orang atau 3,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ironisnya, meskipun angka pengangguran meningkat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) justru mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,06 persen poin.
Hal ini dinilai belum mencerminkan kondisi riil di lapangan, di mana jumlah lulusan sekolah dan perguruan tinggi terus bertambah, tetapi tidak diiringi pertumbuhan lapangan kerja yang sepadan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Jayadi Nas, menyebut peningkatan angka pengangguran terjadi akibat ketimpangan antara jumlah pencari kerja dan ketersediaan lapangan kerja.
“Anak-anak kita terus lulus dari SMA, SMK, hingga perguruan tinggi, tapi lapangan kerja belum cukup untuk menampung mereka,” ujar Jayadi, di Kantor Disnakertrans Sulsel, Kamis (3/7/2025).
Jayadi menegaskan, penanganan pengangguran tak bisa dilakukan secara sektoral.
Ia mendorong adanya sinergi lintas instansi, termasuk Dinas Pendidikan dan Dinas Penanaman Modal, untuk menarik investasi dan membuka peluang kerja baru.
“Kami terus berupaya mempertemukan pencari kerja dengan dunia industri. Misalnya, lewat kerja sama job fair bersama Universitas Hasanuddin,” ungkapnya.
Ia menyebut job fair tersebut mendapat respons positif dari para pencari kerja dan dianggap sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan pengangguran.
Selain itu, Disnakertrans juga aktif menggelar pelatihan keterampilan.
“Bagi yang belum punya keahlian, kami latih dari dasar. Yang sudah punya keterampilan, kami tingkatkan agar lebih kompetitif,” jelas Jayadi.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan bertemu dengan para pengusaha melalui forum silaturahmi untuk mendorong terciptanya lapangan kerja baru.
“Pengangguran adalah masalah kita bersama. Kita harus bergerak cepat dan kompak menanganinya,” pungkasnya.
| Minim Serapan Lokal, 1.116 Pencari Kerja Tana Toraja Pilih Merantau |
|
|---|
| Pengangguran di Indonesia Capai 7,46 Juta Orang, Lulusan SMK Paling Banyak |
|
|---|
| Prabowo Klaim Pengangguran RI Terendah Sejak 1998, Data ASEAN Tunjukkan Tertinggi |
|
|---|
| Presiden Prabowo Klaim Pengangguran di Indonesia Turun, Segini di Toraja Utara Sulsel |
|
|---|
| Fenomena Sandwich Generation di Indonesia, 1 Orang Kerja Tanggung 10 Pengangguran |
|
|---|