Fenomena Sandwich Generation di Indonesia, 1 Orang Kerja Tanggung 10 Pengangguran
Pola beban finansial ini bahkan diwariskan secara turun-temurun, sehingga memperbesar risiko siklus kemiskinan antar generasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/sanwich42323.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Fenomena sandwich generation di Indonesia kian nyata.
Meski 70 persen penduduk Indonesia berada dalam usia produktif, tidak sedikit dari mereka justru harus menanggung beban berat karena tingginya jumlah orang non-produktif yang bergantung secara finansial.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), Prof Budi Setiyono, dalam diskusi bersama wartawan di Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Menurutnya, dalam kasus ekstrem, satu orang yang bekerja bisa menopang hingga 10–11 orang lainnya yang tidak bekerja.
"Kita punya usia produktif sebanyak 70 persen. Idealnya ini jadi peluang emas. Tapi kenyataannya satu orang bisa saja menanggung 10 orang lain. Gajinya setinggi langit pun akan terasa berat," ujar Prof. Budi.
Fenomena ini dikenal dengan istilah sandwich generation, yakni generasi yang secara ekonomi harus membiayai orang tua di usia senja sekaligus anak-anak yang masih menjadi tanggungan.
Pola beban finansial ini bahkan diwariskan secara turun-temurun, sehingga memperbesar risiko siklus kemiskinan antar generasi.
"Anaknya harus menanggung biaya hidup orang tuanya. Ini tidak bisa terus dibiarkan," tambahnya.
Menurut data yang dikutip BKKBN, dari total usia produktif di Indonesia, hanya sekitar 14 hingga 15 juta orang yang benar-benar aktif secara ekonomi, yang salah satunya ditunjukkan lewat kepatuhan dalam pelaporan SPT pajak.
“Ini berarti, kontribusi nyata terhadap ekonomi dan negara hanya datang dari sebagian kecil kelompok produktif,” ujar Prof Budi.
Situasi ini disebut sebagai tantangan besar dalam mewujudkan target Indonesia Emas 2045 yang mengandalkan bonus demografi.
Namun, hingga kini belum ada kebijakan konkret dan terukur yang benar-benar fokus pada optimalisasi bonus tersebut.
Sebagai respons, BKKBN mendorong Revisi Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Tujuannya agar arah kebijakan lebih fokus pada perbaikan kualitas penduduk dan perlindungan generasi produktif dari beban berlebihan.
“Selama ini kita bicara soal bonus demografi tapi belum ada kerangka kebijakan yang benar-benar menjawab tantangan konkret di lapangan,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 'Sandwich Generation' Jadi Tantangan Bonus Demografi, 1 Orang Produktif Tanggung Beban 11 Orang
| Minim Serapan Lokal, 1.116 Pencari Kerja Tana Toraja Pilih Merantau |
|
|---|
| Pengangguran di Indonesia Capai 7,46 Juta Orang, Lulusan SMK Paling Banyak |
|
|---|
| Prabowo Klaim Pengangguran RI Terendah Sejak 1998, Data ASEAN Tunjukkan Tertinggi |
|
|---|
| Presiden Prabowo Klaim Pengangguran di Indonesia Turun, Segini di Toraja Utara Sulsel |
|
|---|
| Perguruan Tinggi Sumbang 1 Juta Pengangguran |
|
|---|