Selasa, 14 April 2026

Perjuangkan Bonus Tak Kunjung Cair, Atlet PON Datangi Gedung DPRD Sulsel

Kehadiran mereka untuk memperjuangkan bonus yang belum juga diterima sejak meraih medali di ajang Pekan Olahraga Nasional

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Perjuangkan Bonus Tak Kunjung Cair, Atlet PON Datangi Gedung DPRD Sulsel
ist
ATLET PON - Karateka putri kebanggaan Sulawesi Selatan (Sulsel), Nadya Baharuddin dan Nur Rizka Fauziah, mendatangi DPRD Sulsel. Keduanya yang merupakan peraih medali pada PON Aceh-Sumut 2024 memperjuangkan pencairan bonusnya. 

TRIBUNTORAJA.COM - Dua karateka putri kebanggaan Sulawesi Selatan (Sulsel), Nadya Baharuddin dan Nur Rizka Fauziah, mendatangi DPRD Sulsel.

Keduanya menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi E DPRD Sulsel di Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (23/6/2025) siang. 

Kehadiran mereka untuk memperjuangkan bonus yang belum juga diterima sejak meraih medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.

Mereka bukanlah atlet yang gagal mengharumkan Sulsel. 

Nadya dan Rizka Fauziah diketahui meraih medali perak di cabang olahraga (cabor) Karate pada PON Aceh-Sumut 2024.

Sesuai dengan ketentuan Peraturan Gubernur (Pergub) Sulsel, mereka seharusnya menerima bonus sebesar Rp150 juta. 

Namun hingga kini, sembilan bulan pasca PON Aceh-Sumut, hak tersebut belum kunjung dicairkan.

Keduanya menyampaikan keresahan dan kekecewaan atas ketidakjelasan pencairan bonus yang telah mereka tunggu selama sembilan bulan.

"Seperti yang tadi saya dengar, kami (harus nunggu pembahasan) anggaran perubahan dan kami memohon dengan sangat, harus ada komitmen yang tertulis, jadwal yang jelas dan keterbukaan terkait proses pencairan tersebut," kata Nadya mewakili para atlet lainnya dalam forum RDP.

Namun, permintaan Nadya tak langsung diakomodasi. 

Anggota DPRD Sulsel justru memberi masukan akan dicatat dalam notulensi dan dijadikan rekomendasi kepada pemerintah.

Usai rapat, Nadya mengungkapkan bahwa demi membela Sulsel di ajang PON, ia bahkan menunda momen penting dalam hidupnya.

"Jujur saja, saya sendiri harus menunda pernikahan demi PON. Saya melaksanakan PON lebih dulu, baru menikah," tuturnya. 

Ia juga menyampaikan harapan bahwa bonus yang dijanjikan bisa membantu biaya pernikahan ataupun keperluan lain seperti persalinan.

“Kan kita harap dari bonus itu bisa dipakai untuk menambah uang nikah. Tapi ternyata belum dibayar," kata dia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved