Senin, 18 Mei 2026

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Israel, Kilang Minyak Haifa dan Institut Weizmann Jadi Target

Israel membalas dengan menyerang ladang gas alam terbesar Iran, South Pars, yang juga merupakan ladang gas terbesar di dunia.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Israel, Kilang Minyak Haifa dan Institut Weizmann Jadi Target
tribunnews
KILANG HAIFA - Tangkapan layar YouTube AlJazeera Arabic pada 14 Juni 2025, memperlihatkan situasi di Haifa (kiri) dan Tel Aviv (kanan). Di antara target yang kena hantam rudal Iran adalah kilang minyak Haifa dan pusat penelitian Israel dari Institut Sains Weizmann di Rehovot, dekat Tel Aviv. 

TRIBUNTORAJA.COM - Teheran kembali meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel dalam operasi bertajuk Operasi Janji Setia 3 pada Minggu (15/6/2025) dini hari.

Serangan ini menyasar kota Haifa dan Tel Aviv, dengan menggunakan rudal hipersonik Fattah-1.

Salah satu target utama adalah Kilang Minyak Haifa di Israel utara, yang diketahui memasok lebih dari 60 persen kebutuhan bahan bakar negara tersebut, mulai dari bensin, solar, hingga avtur untuk keperluan militer.

Serangan ini diperkirakan akan berdampak serius terhadap pasokan energi dan operasional militer Israel.

Selain itu, rudal Iran juga menghantam pusat penelitian ilmiah Weizmann Institute of Science di Rehovot, dekat Tel Aviv.

Menurut laporan The New York Times, serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada bangunan laboratorium dan memicu kebakaran.

Di sisi lain, Israel membalas dengan menyerang ladang gas alam terbesar Iran, South Pars, yang juga merupakan ladang gas terbesar di dunia.

Fasilitas tersebut diklaim mengalami kerusakan parah, termasuk pembakaran ladang minyak Shahran dan beberapa kilang lainnya.

Akibatnya, Iran diperkirakan kehilangan kapasitas ekspor hingga 2 juta barel minyak per hari, sebagian besar ke China.

Situasi ini juga diprediksi akan memicu lonjakan harga minyak dan gas di pasar global.

Namun, sejumlah pengamat meragukan tingkat kerusakan akibat serangan Israel.

Contohnya, di fasilitas Tabriz, hanya dilaporkan kerusakan ringan pada satu atau dua bangunan kecil.

Bahkan, beberapa rekaman serangan disebut-sebut sebagai tipuan, karena tidak menunjukkan dampak signifikan dari peluncuran misil.

Meski begitu, Israel disebut berhasil melumpuhkan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk pemimpin militer dan figur terkait program nuklir.

Menurut kolumnis The Cradle, Qassem, tujuan jangka panjang Israel adalah mendorong pergantian rezim di Iran dan membongkar struktur kekuasaan Republik Islam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved