Minggu, 12 April 2026

Banyak Negara Mau Belajar Pengelolaan Jemaah Haji di Indonesia

Beberapa negara yang menyampaikan apresiasi secara langsung, antara lain India, Pakistan, Filipina, Mesir, dan Yordania.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Banyak Negara Mau Belajar Pengelolaan Jemaah Haji di Indonesia
ist
DAPAT PUJIAN - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar jumpa pers Rabu (11/6/2025). Nasaruddin menyampaikan sejumlah negara tertarik belajar pengelolaan haji ke Indonesia. 

TRIBUNTORAJA.COM - Menteri Agama RI sekaligus Amirul Hajj Indonesia 2025, Nasaruddin Umar, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Ia mengungkapkan bahwa banyak negara memberi apresiasi atas ketertiban dan kedisiplinan jemaah haji asal Indonesia.

“Banyak menteri agama dari negara sahabat memuji jemaah kita. Mereka kagum karena jumlah kita terbesar, tapi paling tertib,” ujar Nasaruddin saat konferensi pers di Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Kawasan Syisah, Rabu (11/6/2025).

Beberapa negara yang menyampaikan apresiasi secara langsung, antara lain India, Pakistan, Filipina, Mesir, dan Yordania.

Bahkan, menurut Nasaruddin, mereka ingin belajar dari sistem haji Indonesia.

“(Menteri Agama) India dan Pakistan mengatakan Indonesia sangat menginspirasi. Sementara Yordania memuji kesabaran jemaah kita,” tambahnya.

Pemerintah Arab Saudi pun kembali memberikan pujian dan penghargaan atas suksesnya operasional haji Indonesia.

Menurut Nasaruddin, perhatian Saudi terhadap jemaah Indonesia sangat luar biasa, termasuk dalam hal layanan kesehatan.

“Satu hal yang sangat kami apresiasi, hanya ambulans Indonesia yang diizinkan masuk hingga ke dalam tenda. Layanan ini menyelamatkan banyak jiwa, terutama saat puncak haji di Arafah,” jelasnya.

Ia menegaskan keberhasilan ini adalah hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari petugas haji, pemerintah, lembaga terkait, hingga kesadaran tinggi dari para jemaah sendiri.

“Tanpa disiplin jemaah, semua ini tidak akan berhasil. Ini hasil sinergi seluruh elemen bangsa,” katanya.

Meski secara umum berjalan lancar, Menag mengakui masih ada beberapa kendala di lapangan.

Namun, ia menekankan bahwa masalah-masalah itu bersifat kasuistik dan ditangani secara khusus, tanpa perlu digeneralisasi.

“Masalah kecil jangan dianggap mewakili keseluruhan. Setiap kendala langsung ditangani sesuai kasusnya,” tegasnya.

Dalam jumpa pers tersebut, Menag didampingi oleh Anggota Amirul Hajj bidang Keamanan Jenderal (Purn) TNI Prof Dudung Abdurahman, Dirjen PHU Hilman Latief, Staf Khusus Menag Ismail Cawidu, Dirjen Pelayanan Haji Dalam Negeri M Zain, dan Kepala Daker Makkah Ali Machzumi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved