Selasa, 14 April 2026

Meninggal di Makassar, Ustad Yahya Waloni Akan Dimakamkan di Jakarta

Ia datang ke Makassar dalam rangka Safari Dakwah selama sepekan di Kota Daeng.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Meninggal di Makassar, Ustad Yahya Waloni Akan Dimakamkan di Jakarta
ist
USTAD YAHYA MENINGGAL - Pendakwa Ustad Dr HM Yahya Waloni Mth (55) saat berceramah di sebuah acara tahun 2021 lalu (kiri) dan istrinya Sitti Mutmainnah (34) (kanan) saat dipaph ke masjid saat mendengar kabar kematian Ustad Yahya, Jumat (6/6/2025). Ustad Yahya meninggal dunia usai memberikan ceramah Salat Jumat di Masjid Darul Falah, Minasa Upa, Gunung Sari, Rappocini, Makassar, Jumat (6/6/2025) siang. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR - Pendakwa Ustad Dr HM Yahya Waloni Mth (55), meninggal dunia usai memberikan khutbah Salat Jumat di Masjid Darul Falah, Minasa Upa, Gunung Sari, Rappocini, Makassar, Jumat (6/6/2025) siang.

Rencananya, jenazah ustads berdarah Minahasa, Sulawesi Utara, ini akan dipulangkan ke tempat tinggalnya di Jakarta dan akan dimakamkan di sana.

Ia datang ke Makassar dalam rangka Safari Dakwah selama sepekan di Kota Daeng. Ia datang bersama istrinya, Sitti Mutmainnah (34). 

Sebelumnya, ia sempat ceramah di Masjid Darul Muttaqin BTN Minasa Upa, Minggu (1/6/2025). Ia membawakan ceramah dengan tema ""Mengokohkan Iman Tauhid dan Meneguhkan Ukhuwah Islamiyah".

Pada Jumat (6/6/2025) siang, usai memberiakn ceramah Salat Jumat di Masjid Darul Falah, di sinilah terjadi insiden memilukan itu.

Baca juga: Sosok Ustad Yahya Waloni, Meninggal Dunia Usai Khutbah Jumat di Masjid Minasa Upa Makassar

Hingga pukul 13.30 Wita, mantan pendeta itu masih disemayamkan di samping mimbar.

Rencananya, jenazah akan dimandikan, dikafani, dan diterbangkan ke kediamannya di Jakarta.

Kronologi kejadian

Warga heboh dengan kabar meninggalnya Dai kondang ustad Dr HM Yahya Waloni Mth (55).

Magister Theologi ini meninggal usai memberikan ceramah Salat Jumat.

Saksi mata menyebut, ustad terjatuh sebelum menyampaikan doa penutup khutbah kedua.

Rukun khatib Jumat, ada dua khutbah. Khutbah pertama diakhiri dengan doa dan duduk sejenak.

Khutbah kedua, khatib berdiri san menegaskan ketakwaan, shalawat, dan intisari khutbah sebelum doa penutup.

Ustad kelahiran Minahasa ini terjatuh dan tak sadarkan diri usai duduk di antara dua khutbah itu.

"Masih sempat berdiri, di khutbah kedua, dan ingatkan kita pentingnya bertauhid kepada Allah SWT," ujar Sekretaris Pengurus Masjid Darul Falah, Harfan Jaya Sakti (39), kepada wartawan.

Baca juga: Hikmah Berjuang di Putaran 4, Kesempatan Timnas Indonesia Perbaiki Peringkat FIFA 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved