Jamaah Diimbau Tak Keluar Tenda Saat Wukuf
Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI, Hilman Latief menyebut kapasitas tenda bervariasi antara 275 hingga 350 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Petugas-Haji2eee.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Kementerian Haji Arab Saudi memperingatkan soal cuaca ekstrem saat puncak haji.
Suhu diprediksi lebih tinggi dibandingkan hari peninjauan.
Bisa mencapai hingga 50 derajat celcius.
“Jamaah diimbau tidak keluar tenda tanpa keperluan khusus," kata Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI, Hilman Latief, Senin (26/5/25).
Imbauan ini untuk mencegah serangan panas atau heatstroke.
Jamaah haji dari seluruh dunia diminta berada di tenda Arafah hingga pukul 16.00 WAS.
Di Mina, jadwal lontar jumrah juga akan dimodifikasi.
Modifikasi jadwal dilakukan demi keamanan dan keselamatan jamaah.
Fasilitas tenda di Arafah dinilai semakin baik dari tahun sebelumnya.
“Paving blok dan kelistrikan sudah mengalami banyak perbaikan signifikan. Sistem AC juga lebih stabil dan dingin dibandingkan sebelumnya,” kata Hilman.
Pimpinan 8 syarikat diminta memastikan semua tenda berfungsi dengan baik.
Mulai dari AC, pendingin, hingga sanitasi harus layak digunakan.
Hilman menyebut belum ada upgrade resmi dari semua syarikat.
Namun, beberapa syarikat akan promosikan peningkatan layanan di masa depan.
Mereka merencanakan kejutan pelayanan untuk jamaah Indonesia.
| Daerah di Sulsel Terlama, Antrean Haji akan Disamaratakan 26,4 Tahun |
|
|---|
| Tiga Jemaah Haji Indonesia Belum Ditemukan, Satu Jemaah 2024 Masih Dirawat di Arab Saudi |
|
|---|
| 32 Jemaah Haji Indonesia Positif Covid-19, Kemenkes Imbau Jaga Prokes dan Kesehatan |
|
|---|
| Jamaah Haji Gelombang II Tinggalkan Makkah |
|
|---|
| Pulang Haji, Anisah Terpaksa Tinggal di Tenda, Rumahnya di Soppeng Terbakar |
|
|---|