Minggu, 12 April 2026

Kasus Bully Terjadi di Sekolahnya, Ini Penjelasan Kepsek SDN 1 Rantepao Toraja Utara

Kepala SDN 1 Rantepao, Ratnawati, berpikir jika kasus ini telah selesai karena kejadiannya setahun yang lalu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Kasus Bully Terjadi di Sekolahnya, Ini Penjelasan Kepsek SDN 1 Rantepao Toraja Utara
TribunToraja/Freedy Samuel
PERUNDUNGAN - Kepala Sekolah SDN 1 Rantepao, Ratnawati (memakai masker putih), saat ditemui di SDN 1 Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Kamis (22/5/2025). Ratnawati ia menjelaskan perihal kasus viral di sekolah tempat ia bertugas. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Kepala SD Negeri 1 Kota Rantepao, Ratnawati, angkat bicara terkait kasus bully yang terjadi pada anak muridnya.

Kasus bully ini viral di media social belakangan ini. Di mana salah satu muridnya berinisial A menjadi korban bully teman kelasnya berinisial JK.

Tidak hanya dibully, korban A juga diperas JK bersama seorang pelajar lainnya yang tercatat sebagai siswi di SMP berinisial GS.

Kisah ini dibagikan di media sosial dan menjadi viral.

Ternyata perundungan tersebut sudah terjadi 1 tahun lalu. Ratnawati pun mengatakan jika kasus tersebut telah tutup buku.

"Saat itu setahun lalu, kalau tidak salah bulan Juni 2024, ada datang dari pihak tentara dan polisi dan juga kedua belah pihak. Kami kira masalah itu selesai," katanya saat ditemui di ruang Kepala SDN 1 Kota Rantepao, yang berada di depan Kodim 1414 Tana Toraja, Sulsel, Kamis (22/5/2025).

"Sekarang, mereka sudah tidak bersekolah di sini (di SDN 1 Rantepao)," tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya tak tahu adanya bidang di Pemkab Toraja Utara yang berperan memberikan pendampingan psikologis.

"Jadi untuk persoalan hukum memang itu bagian dari kepolisian. Pihak sekolah ada pendampingan juga namun tentu terbatas, tidak ada psikolog saat itu," tuturnya.

"Saya juga baru tahu kalau di Pemkab ada bidang yang bisa memberikan pendampingan, dari Dinas BKKBN maupun dari Dinas Sosial Toraja Utara, dan Dinas Pendidikan, saya juga jujur tidak terlalu paham," tuturnya.

Mengenai jumlah pemerasan yang dialami korban, Ratnawati mengaku tidak tahu pagi. 

Orang tua korban mengaku total kerugian karena anaknya diperas mencapai Rp 60 juta. Sementara orangtua pelaku mengaku Rp 20 juta dan sudah mengembalikan Rp 12 juta.

"Entah siapa yang benar mengenai jumlah (pemerasan), apakah Rp 60 juta atau Rp 20 juta," katanya. 

Ia berharap agar kasus ini cepat selesai dan menemukan titik terang.

"Semoga ada titik terang, saya dengar juga dalam waktu dekat Polres Toraja Utara akan memanggil kedua belah pihak untuk ketemu, kalau mereka butuh tambahan keterangan dari pihak sekolah pasti saya siap," tutupnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved