Minggu, 12 April 2026

99 Jamaah Haji Indonesia Diserang Pneumonia, Satu Meninggal

Pneumonia adalah peradangan pada kantung-kantung udara di paru-paru (alveoli) yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto 99 Jamaah Haji Indonesia Diserang Pneumonia, Satu Meninggal
Media Centre Haji 2025/Mansur AM
MASJIDIL HARAM - Suasana Masjidil Haram area tawaf diabadikan Jumat (9/5/2025). Jamaah haji Indonesia dari Madinah mulai masuk Mekah Sabtu 10 Mei hari ini.Jamaah haji mulai masuk ke Mekkah dan memulai tahapan krusial dalam rangkaian ibadah haji tahun ini. 

TRIBUNTORAJA.COM - Sebanyak 99 jemaah haji Indonesia dilaporkan terserang pneumonia selama menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Angka ini menjadi perhatian serius, mengingat pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang dapat berakibat fatal. 

Terutama bagi jemaah haji dengan kondisi kesehatan yang rentan atau memiliki komorbiditas.

Data yang dihimpun oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), baik Daerah Kerja (Daker) Makkah maupun Madinah per tanggal 20 Mei 2025 menunjukkan bahwa jemaah yang terserang pneumonia tersebar di berbagai sektor dan kloter. 

Mereka saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan di Mekkah dan Madinah, Arab Saudi.

“Kami mencatat adanya peningkatan kasus pneumonia di kalangan jemaah haji kita. Dari 99 kasus pneumonia, ada satu jemaah yang meninggal dunia karena penyakit tersebut," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji di KKHI Madinah Liliek Marhaendro Susilo, Jumat (23/5/25).

Pneumonia adalah peradangan pada kantung-kantung udara di paru-paru (alveoli) yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

Di lingkungan ibadah haji yang padat dan dengan suhu panas ekstrem, risiko penularan infeksi pernapasan menjadi lebih tinggi.

KKHI mengidentifikasi beberapa faktor risiko yang bertendensi sebagai pencetus kasus pneumonia di kalangan jemaah haji.  

Pertama, suhu panas ekstrem, berdasarkan data real time KKHI, suhu hari ini di Mekkah dan Madinah berkisar antara 41-47 derajat celcius. 

Suhu udara yang tinggi ini, jika kekurangan asupan cairan dapat menyebabkan dehidrasi yang bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.

Kedua, kelelahan fisik, rangkaian ibadah haji yang padat, dari mulai lamanya perjalanan, umroh wajib hingga puncak di Armuzna, membutuhkan stamina fisik yang kuat.

Sehingga kelelahan dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Ketiga, keramaian massa, penularan penyakit dengan kepadatan jemaah haji hingga jutaan orang dapat meningkatkan risiko penularan virus atau bakteri penyebab pneumonia.

Keempat, riwayat penyakit penyerta (komorbiditas), jemaah dengan riwayat diabetes, hipertensi, penyakit jantung memiliki risiko lebih tinggi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved