Sabtu, 2 Mei 2026

Haji 2025

Ketua MUI Sidrap: Jangan Marah Kalau Tidak Dipanggil 'Haji' saat Pulang

Menurutnya, gelar haji bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk diterapkan dalam perilaku sehari-hari.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Ketua MUI Sidrap: Jangan Marah Kalau Tidak Dipanggil 'Haji' saat Pulang
MEDIA CENTRE HAJI
BIMBINGAN IBADAH - Dr Abdul Malik Tibe (Ketua MUI Sidrap) ceramah manasik haji di Hotel Ruwadi, Syisah, Makkah, Rabu (21/5/2025). Manasik membahas detil tata cara selama jamaah berada di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKKAH – Jamaah Haji Kloter 39 Embarkasi Lampung mengikuti manasik haji di Hotel Ruwadi Mina, Kawasan Syisah, Makkah, pada Rabu (21/5/2025) pagi.

Acara bimbingan tersebut menghadirkan narasumber Mustasyar Diny Prof. Dr. KH Waryono Abdul Ghofur, M.Ag, dan Dr. KH Abdul Malik Tibe, MA. Sebanyak 393 jamaah haji mengikuti manasik dengan penuh perhatian sejak pukul 09.00 pagi waktu setempat.

Dalam ceramahnya, KH Abdul Malik Tibe yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, menekankan pentingnya menumbuhkan keikhlasan selama menjalani ibadah haji.

 

 

“Jangan banyak mengeluh, fokus berzikir dan belajar menerapkan ilmu ikhlas,” ujar Malik.

Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak mempermasalahkan gelar "haji" setelah pulang ke Tanah Air.

“Belajar ikhlas nanti diterapkan saat pulang. Misalnya, jangan ada yang marah kalau tidak dipanggil Haji atau Hajjah. Misal undangan nikahan tidak mencantumkan gelar hajinya, jangan marah,” kata Malik.

 

Baca juga: 3 WNI Diduga di Makkah Diduga Terlibat Haji Ilegal, Konjen di Jeddah: Masih Dugaan Awal

 

Menurutnya, gelar haji bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk diterapkan dalam perilaku sehari-hari.

“Jamaah pernah mendengar Baginda Rasul dipanggil Haji Muhammad? Haji Abu Bakar? Haji Umar? Tidak. Tapi kalau ada yang memanggil haji, bapak-ibu terima itu sebagai sebuah tradisi saling menghargai,” ujarnya.

KH Malik Tibe berangkat ke Tanah Suci sebagai petugas layanan bimbingan ibadah (Bimbad).

 

Baca juga: Jamaah Haji Indonesia Terserang ISPA

 

Dalam visitasinya ke hotel-hotel jamaah, ia didampingi Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, S.Ag, MA.

Keduanya terus mengajak jamaah untuk memperbanyak zikir selama berada di Makkah.

Layanan bimbingan ibadah dan Mustasyar Diny disiapkan oleh Kementerian Agama untuk memberikan bimbingan spiritual kepada jamaah haji.

 

Baca juga: 1.250 Pasangan Jamaah Calon Haji Indonesia Terpisah di Mekah

 

Dalam manasik tersebut juga dijelaskan teknis pelaksanaan ibadah puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Jamaah sektor 3 di Kawasan Syisah akan mengikuti program tanazul, yaitu tidak menginap di Mina, melainkan kembali ke hotel usai dari Muzdalifah.

Kebijakan ini diambil untuk mengurangi kepadatan dan risiko saat pelaksanaan puncak haji.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus mensosialisasikan program tanazul ini guna menjaga kenyamanan dan keselamatan jamaah haji Indonesia.

(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved